Komika dan aktor Marshel Widianto berangsur pulih setelah menjalani operasi darurat pada sinus dan amandel. Tindakan medis tersebut dilakukan menyusul kondisi kritis yang dipicu komplikasi GERD, sinusitis, serta penyumbatan amandel yang sempat menghambat saluran napasnya.
Peristiwa itu bermula ketika Marshel mengalami serangan sesak napas saat berada di dalam mobil. Pasangan dan pengemudi yang bersamanya sempat menghentikan kendaraan untuk menenangkan Marshel sebelum membawanya ke rumah sakit.
Setiba di rumah sakit, dokter memutuskan melakukan operasi darurat pada sinus dan amandel guna membuka kembali jalan napas. Marshel menyebut prosedur tersebut berlangsung cepat, namun ia merasakan nyeri yang intens selama prosesnya.
Usai operasi, Marshel dipantau di ruang pemulihan dan mendapat perawatan intensif untuk memastikan tidak muncul komplikasi lanjutan. Beberapa hari setelah tindakan, kondisi pernapasannya mulai stabil. Marshel mengatakan napasnya terasa lebih lega, dan kualitas tidurnya membaik karena tidak lagi mendengkur seperti sebelumnya.
Pasangan Marshel, Yansen Indiani, mengungkapkan kelegaan ketika suaminya mulai pulih. Ia juga menceritakan sempat menangis haru saat menunggu kabar dari dokter. Menurut Yansen, kejadian ini menjadi pengingat bagi mereka untuk lebih memperhatikan kesehatan secara rutin.
Marshel mengakui kerap mengabaikan gejala awal GERD dan masalah pada amandel karena kesibukan pekerjaan. Ia menyebut dirinya terlambat dalam banyak hal, termasuk perawatan kesehatan, sambil menertawakan diri sendiri.
Setelah kembali ke rumah, Marshel memutuskan mengurangi jam kerja agar memiliki lebih banyak waktu bersama anaknya. Keputusan itu diambil setelah ia menyadari pentingnya momen kebersamaan keluarga, terutama setelah mengalami situasi yang nyaris mengancam nyawa. “Saya ingin memanfaatkan golden time bersama anak, bukan terus terjebak dalam jadwal padat,” ujarnya.
Sejumlah ahli kesehatan menekankan pentingnya penanganan dini GERD serta pemeriksaan rutin pada sinus dan amandel untuk mencegah komplikasi serupa. Kasus Marshel disebut menjadi contoh bagaimana gangguan pencernaan dapat berkembang menjadi ancaman pada pernapasan.
Dokter yang merawat Marshel merekomendasikan perubahan pola makan, menghindari makanan pemicu asam lambung, serta kontrol medis berkala. Selain itu, disarankan pula terapi fisik ringan untuk memperkuat otot pernapasan dan meningkatkan kualitas tidur.
Marshel juga menyampaikan terima kasih kepada tim yang menanganinya.

