Malam musik “Hanoi Damai” digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Olahraga Hanoi bekerja sama dengan Kepolisian Kota Hanoi, di bawah arahan Komite Rakyat Hanoi. Diselenggarakan dengan skala terbuka dan tanpa tiket masuk, program ini menjadi upaya pemerintah kota untuk mendekatkan seni berkualitas tinggi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Konser “Hanoi Damai” dirancang sebagai perjalanan musik berkelanjutan yang terbagi dalam tiga bab, yakni “Melodi Romantis tentang Hanoi”, “Lagu Cinta Vietnam”, dan “Lagu Cinta Abadi dari Seluruh Dunia”. Acara dibuka dengan gabungan lagu “Marching Towards Hanoi” dan “Hanoi Police for a Peaceful Life” yang dibawakan oleh Hanoi College of Arts bersama Hanoi City Police Youth Union.
Pada bagian awal, penonton disuguhi sejumlah melodi yang lekat dengan Hanoi. Di antaranya mashup “Em ơi Hà Nội phố” – “Hà Nội mùa vắng những cơn mưa” yang dibawakan dengan biola oleh artis Anh Tú. Penyanyi Đinh Mạnh Ninh membawakan “Nhớ mùa thu Hà Nội” dan “Nồng nàn Hà Nội”, sementara diva Mỹ Linh menampilkan “Nhớ về Hà Nội” dan “Hương Ngọc Lan”.
Memasuki bab berikutnya, konser menghadirkan rangkaian lagu cinta Vietnam, termasuk “Let Me Be Closer to You”, “Rebirth” yang dimainkan dengan biola oleh Anh Tú, “The Piêu Scarf”, serta “Whispering Spring” yang dibawakan Đỗ Hoàng Hiệp.
Bagian terakhir menampilkan karya-karya internasional terkenal, termasuk gabungan musik Rusia “Two Shores” – “Nomadic Love Song”, kemudian “A Time for Us”, serta medley “Lambada”, “Rivers of Babylon”, dan “Cheri Cheri Lady”.
Puncak acara berlangsung saat lagu “Heal the World” dibawakan oleh lebih dari 150 seniman dari Sekolah Tinggi Seni Hanoi dan Persatuan Pemuda Kepolisian Kota Hanoi. Penampilan ini digelar ketika seluruh lampu dimatikan untuk memperingati Earth Hour. Cahaya dari ribuan perangkat genggam dan lilin listrik berpadu dengan musik, membentuk suasana simbolis yang menyampaikan pesan perdamaian, cinta, dan tanggung jawab komunitas.
Acara ditutup dengan lagu “Bergandengan Tangan dalam Persatuan”, yang menegaskan semangat solidaritas, menghubungkan masyarakat, sekaligus menyebarkan citra Hanoi sebagai kota yang ramah dan kaya budaya.

