BERITA TERKINI
Mahkamah Agung Peringati HUT ke-80 dengan Pagelaran Wayang Kulit “1 Layar 4 Dalang”

Mahkamah Agung Peringati HUT ke-80 dengan Pagelaran Wayang Kulit “1 Layar 4 Dalang”

Mahkamah Agung (MA) menggelar pagelaran wayang kulit bertajuk “1 Layar 4 Dalang” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (22/8) di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, dengan menampilkan lakon “Banjaran Kokrosono”.

Pagelaran tersebut diikuti oleh seluruh satuan kerja peradilan di Indonesia. MA juga menyebut kegiatan serupa telah rutin diselenggarakan selama lima tahun terakhir setiap peringatan HUT lembaga itu.

Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, S.H., M.H., hadir dan membuka acara. Sejumlah aparatur MA dan badan peradilan turut mengikuti kegiatan, baik secara langsung di lokasi maupun melalui kanal YouTube Mahkamah Agung.

Dalam sambutannya, Ketua MA menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang memuat nilai luhur, petuah moral, serta mencerminkan kearifan bangsa Indonesia.

MA menjelaskan, lakon “Banjaran Kokrosono” mengangkat kisah perjuangan seorang tokoh dalam menegakkan kebenaran dan kehormatan, sekalipun harus menghadapi tantangan dan pengorbanan besar. Menurut MA, semangat tersebut sejalan dengan prinsip yang harus dipegang peradilan, yakni integritas, profesionalisme, dan keadilan.

Ketua MA menegaskan pentingnya keadilan yang tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan dampaknya. Ia menyatakan kepercayaan publik terhadap peradilan merupakan fondasi utama tegaknya negara hukum, dan tanpa wibawa pengadilan kedaulatan negara dapat goyah.

Melalui peringatan HUT ini, MA mengajak seluruh insan peradilan untuk merenungi perjalanan panjang lembaga serta memperbarui komitmen membangun peradilan yang bersih, transparan, dan melayani.

Pagelaran wayang kulit tersebut juga disebut sebagai pengingat bahwa penegakan hukum tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan. MA menggambarkan budaya sebagai roh bangsa dan hukum sebagai tulangnya, yang keduanya perlu bersinergi untuk menegakkan peradaban dan mengukuhkan kedaulatan negara.

Empat dalang yang tampil dalam pertunjukan ini adalah Ki Prof. Yanto (Hakim Agung), Ki Bagong Darmono (dalang profesional), Ki Sri Kuncoro (anggota Brimob), dan Ki Purbo Asmoro (dosen).

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua MA periode 2020–2024, Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, para Hakim Agung, Hakim Ad Hoc, anggota Komisi Yudisial, Kapolri, serta para pimpinan lembaga dan instansi terkait.