Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim Moneyfesteam memperkenalkan konsep parfum pintar yang memungkinkan pengguna menyesuaikan aroma berdasarkan mood dan agenda harian. Inovasi tersebut diberi nama Azzaro Quintessence dan dirancang sebagai perangkat berbasis teknologi yang dapat meracik wangi secara personal.
Tim yang terdiri dari Allodya Qonnita Arofa, Muhammad Abdillah Putra Alfera, dan Rayhan Hidayatul Fikri itu dijadwalkan mewakili Indonesia dalam ajang internasional L'Oréal Brandstorm di Paris, bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Berbeda dari parfum konvensional yang umumnya memiliki satu aroma dalam satu botol, Azzaro Quintessence mengusung sistem modular dengan multi-cartridge. Dalam satu perangkat, pengguna dapat menyimpan hingga 15 aroma yang ditempatkan pada kompartemen terpisah. Dengan rancangan ini, setiap wangi tidak bercampur secara langsung dan dapat dipilih atau dikombinasikan sesuai kebutuhan.
Proses personalisasi juga didukung aplikasi digital bernama ZARO yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan. Aplikasi ini diklaim mampu merekomendasikan kombinasi aroma berdasarkan aktivitas pengguna, mulai dari rapat kerja, olahraga, hingga acara santai atau kencan.
Untuk menjaga agar perpaduan aroma tetap selaras, perangkat tersebut dilengkapi teknologi smart cap yang mengatur keluarnya wangi berdasarkan struktur parfum, yakni top, middle, dan base notes. Dengan mekanisme itu, hasil akhir diupayakan tetap seimbang meski berasal dari beberapa aroma berbeda.
Selain aspek teknologi, konsep ini juga membawa pendekatan inklusivitas dan keberlanjutan. Desainnya mempertimbangkan aksesibilitas, termasuk fitur braille, sementara sistem cartridge dirancang dapat diisi ulang melalui skema return-earn-redeem untuk mengurangi limbah.
Moneyfesteam juga merancang versi mini yang lebih praktis dibawa dan dapat ditempel pada smartphone. Meski masih berupa konsep, mereka menilai inovasi ini berpotensi mengubah parfum dari sekadar produk menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih fleksibel dan personal.
Dalam acara L'Oréal Brandstorm 2026 di DBS Tower, Jakarta, Rabu (8/4/2026), tim Moneyfesteam menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk mengembangkan ide. Mereka menyatakan ingin menunjukkan bahwa fragrance dapat menjadi pengalaman yang lebih cerdas, praktis, dan personal sesuai berbagai momen keseharian.
Sementara itu, General Manager L'Oréal Luxe Division Indonesia, Maria Adina, menjelaskan bahwa L'Oréal Brandstorm setiap tahun mengangkat tema yang mengikuti perkembangan industri kecantikan. Tema tahun ini, “Craft the Future of Luxury Fragrance”, dinilai relevan karena kategori wewangian disebut menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri kecantikan, dengan nilai pasar sekitar Rp 4 triliun pada 2025 di Indonesia.
Adina menambahkan, fragrance kini dipandang tidak hanya sebagai produk, tetapi juga bagian dari ekspresi diri dan kebutuhan emosional yang mengarah pada pengalaman yang lebih terpersonalisasi, berbasis teknologi, dan berkelanjutan. Ia menyebut L'Oréal mendorong anak muda untuk berkontribusi pada transformasi masa depan industri tersebut.