BERITA TERKINI
Madness YKFest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Suporter Lewat Musik, Seni, dan UMKM

Madness YKFest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Suporter Lewat Musik, Seni, dan UMKM

YOGYAKARTA — Kreativitas suporter sepak bola kembali ditunjukkan melalui gelaran Madness YKFest 2026. Acara yang digagas kolektif suporter Mataram Orde ini tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas yang memadukan musik, seni, hingga pelaku UMKM dalam satu panggung.

Madness YKFest 2026 digelar pada Kamis (23/4/2026) pukul 14.00 WIB hingga 23.00 WIB. Ini merupakan edisi kedua setelah penyelenggaraan tahun sebelumnya. Penyelenggara menargetkan festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten hadir di Yogyakarta.

Show director acara, Guntur, mengatakan Madness YKFest merupakan inisiatif suporter untuk membangun gerakan positif di luar stadion. Menurutnya, banyak suporter memiliki potensi kreatif, mulai dari musisi, seniman, hingga pelaku usaha kecil.

“Teman-teman suporter itu banyak yang kreatif. Ada yang musisi, seniman, sampai punya UMKM. Kita ingin merangkul semua itu jadi satu gerakan positif,” ujar Guntur.

Ia menambahkan, momentum penyelenggaraan festival ini juga bertepatan dengan laga PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta, pertandingan yang disebut sudah lama dinantikan suporter kedua tim. “Ini juga untuk memeriahkan momen yang sudah ditunggu hampir 20 tahun. Jadi vibes-nya memang kita bangun dari situ,” katanya.

Di tengah kemeriahan konser, penyelenggara menghadirkan elemen unik berupa penggunaan bola plastik kecil dalam pertunjukan. Guntur menegaskan, unsur tersebut bukan bentuk protes, melainkan simbol nostalgia masa kecil. “Itu lebih ke aktivasi memori. Dulu kita main bola di kampung pakai bola plastik, jadi kita angkat lagi nuansa itu,” jelasnya.

Dari sisi produksi, biaya penyelenggaraan disebut berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta, sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Penyelenggara menyebut pembatalan pertandingan turut memengaruhi jumlah penonton. “Kalau pertandingan tidak batal, mungkin akan lebih ramai. Banyak teman-teman dari Jakarta yang akhirnya refund karena perubahan jadwal,” ungkap Guntur.

Meski demikian, antusiasme tetap terlihat dengan hadirnya sejumlah suporter Persija yang ikut meramaikan acara. Kehadiran mereka dinilai menjadi simbol persaudaraan antar suporter yang jarang terbangun dalam suasana santai dan positif. “Tujuannya ya mempererat persaudaraan. Kita ingin menunjukkan bahwa suporter juga bisa berkumpul dengan damai,” kata Guntur.

Madness YKFest 2026 menghadirkan beragam penampil dari berbagai genre, di antaranya Sidekick, Young Tigers, The Lads Oi!, The Genk, The Freshcut, Los Pakualamos, Lost Stroom, Corner Attack, The Glad, Skarbu, Bravesboy x Siskaeee, Dhyo Haw, Weekenders Service, Gorrila King, Wonderlads, Sam Otit “Bootssounds”, Rickycunk Vivacity, Allyc13, hingga Yogyakarta Youngsoul.

Melalui festival ini, penyelenggara berharap suporter dapat terus bergerak ke arah yang lebih positif dan menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang produktif.