BERITA TERKINI
Mabit SD Muhammadiyah 1 Menganti Jadi Ruang Penguatan Mental-Spiritual Siswa Jelang Ujian Akhir

Mabit SD Muhammadiyah 1 Menganti Jadi Ruang Penguatan Mental-Spiritual Siswa Jelang Ujian Akhir

SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik, menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) bagi siswa kelas 6 pada Jumat malam (17/4/26). Kegiatan ini dilaksanakan menjelang fase ujian akhir, dengan penekanan tidak hanya pada kesiapan akademik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual siswa.

Mabit tahun ini mengusung tema “Ikhtiar Maksimal, Tawakal Total: Ready for Exam: Strong Mind, Great Soul”. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi yang mempertemukan siswa, orang tua, dan guru untuk membangun ketenangan jiwa sebelum menghadapi ujian.

Sejak awal acara, suasana hangat dan haru mewarnai rangkaian kegiatan. Para siswa hadir sebagai peserta yang dipersiapkan menghadapi tantangan, sementara orang tua tidak sekadar mendampingi, melainkan turut mengikuti proses penguatan bersama anak.

Dalam Mabit ini, sekolah menghadirkan sesi motivasi dan hypnotherapy bersama motivator Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., CH., CHT., C.NNLP, C.STMI. Sesi tersebut mengajak peserta memahami keseimbangan antara usaha maksimal dan kepasrahan kepada Allah SWT, dengan pendekatan emosional dan reflektif untuk membangun mental tangguh (strong mind) dan jiwa besar (great soul).

Rangkaian acara meliputi doa bersama, sesi motivasi, serta refleksi diri yang menyoroti hubungan antara anak dan orang tua. Dalam sesi refleksi, sebagian peserta tersentuh dan kembali meninjau peran, harapan, serta pengalaman emosional yang selama ini tersimpan.

Salah satu wali murid, Wahyu Utaminingsi, ibunda Nadhira Rathifa Ameera Shanum (kelas 6 Utsman bin Affan), menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Acara malam ini luar biasa. Ini jadi kenangan yang sangat berharga. Anak-anak jadi lebih semangat dan percaya diri, sementara orang tua juga bisa berdamai dengan luka batinnya dan belajar lebih bijak dalam mendidik. Bonusnya, hubungan emosional kami dengan anak jadi semakin erat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh siswa kelas 6 semakin siap menghadapi ujian dengan keyakinan. Menurutnya, dukungan doa, penguatan mental, serta sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi fondasi penting untuk mengantarkan siswa menghadapi ujian.