BERITA TERKINI
Lokakarya Musik Inkulturasi Liturgi di Rajawawo Angkat Budaya Etnis Ende

Lokakarya Musik Inkulturasi Liturgi di Rajawawo Angkat Budaya Etnis Ende

Lokakarya musik inkulturasi liturgi yang mengangkat budaya etnis Ende digelar di Paroki Rajawawo beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi upaya mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam praktik liturgi Gereja.

Pastor Paroki Santa Maria Bunda Karmel Rajawawo, RD. Wawan Kuwa, menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Ia menyebut budaya perlu terus dilestarikan dan dihidupi, termasuk dalam liturgi Gereja sebagai bagian dari identitas iman umat.

Ketua Tim Komisi Liturgi Keuskupan Agung Ende, Oston Kapo, menjelaskan lokakarya tersebut bertujuan menggali kembali nilai-nilai budaya lokal yang hidup dalam tradisi masyarakat Ende. Menurutnya, nilai kebudayaan dan liturgi diharapkan dapat berjalan bersama dalam kehidupan Gereja.

Anggota Komisi Liturgi, Agus Dhae, juga menilai budaya perlu benar-benar hadir dalam liturgi. Ia menyampaikan bahwa masuknya nilai kebudayaan dalam liturgi dapat membuat umat merasakan budayanya menjadi bagian dari perayaan iman.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perekaman musik tradisional seperti suling dan gendang, serta penampilan nyanyian adat. Sejumlah nyanyian yang ditampilkan antara lain nyanyian ritual kedukaan seperti waju are dan pena Jawa, serta lagu Gore yang biasa dinyanyikan saat bekerja di kebun.

Ketua DPP sekaligus budayawan lokal, Ignasius Irawan, mengapresiasi lokakarya tersebut karena dinilai mampu membangkitkan kesadaran umat. Ia berharap kegiatan ini memacu umat untuk kembali menggali nilai budaya yang mulai dilupakan dan mendorong pelestarian warisan budaya oleh generasi mendatang.

Lokakarya ini dihadiri Pastor Paroki, Tim Komisi Liturgi Keuskupan Agung Ende, budayawan, serta musisi lokal dari Rajawawo. Kehadiran berbagai unsur tersebut disebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga dan menghidupkan budaya dalam kehidupan bergereja.