BERITA TERKINI
Lirik “Sesi Potret” Soroti Penyesalan dan Sulitnya Ikhlas Saat Kehilangan

Lirik “Sesi Potret” Soroti Penyesalan dan Sulitnya Ikhlas Saat Kehilangan

Lirik lagu “Sesi Potret” menarik perhatian penikmat musik Indonesia sejak dirilis. Lagu kolaborasi enau dan Ari Lesmana ini menghadirkan nuansa reflektif dengan pesan yang personal, mengangkat kisah kepulangan yang berujung pada perpisahan.

Dalam ceritanya, tokoh dalam lagu akhirnya bisa pulang setelah lama merantau. Ia datang dengan oleh-oleh dan harapan untuk bertemu sosok tercinta. Namun, orang yang dinanti ternyata telah pergi lebih dulu untuk selamanya. Di titik inilah emosi lagu terasa semakin kuat, karena kepulangan yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi pengalaman kehilangan.

Lirik “Sesi Potret” juga menonjolkan rasa bersalah yang tertinggal. Salah satu baris yang paling menyentuh adalah “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir”, yang menggambarkan sulitnya menerima kenyataan perpisahan. Tema penyesalan atas waktu yang terlewat mengemuka, seolah mengingatkan bahwa kesibukan hidup kerap membuat seseorang lupa memberi perhatian pada keluarga, sementara kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Istilah “Sesi Potret” dalam lagu turut menjadi simbol penting. Foto keluarga yang biasanya merekam kebersamaan justru berubah menjadi pengingat bahwa susunan keluarga tidak lagi sama. Simbol ini membuat lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak orang yang pernah merasakan kehilangan.

Dari sisi musikal, kolaborasi vokal enau dan Ari Lesmana disebut memberi warna tersendiri. Karakter suara keduanya saling melengkapi dan memperkuat suasana haru, sementara aransemen yang sederhana menjaga fokus tetap pada kekuatan cerita. Produksi lagu didukung Kevin Pangestu sebagai produser musik, dengan penulisan lirik turut dibantu Mulia Kennedy.

Secara keseluruhan, “Sesi Potret” menghadirkan pesan tentang pentingnya mengungkapkan cinta kepada orang terdekat selagi ada waktu. Selain mudah dipahami, liriknya meninggalkan kesan mendalam bagi pendengar karena mengangkat pengalaman yang relevan bagi banyak orang.

Lirik lagu “Sesi Potret”:

Tahun lalu berjuta alasanku

Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang

Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku

Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh,

kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci

Aneh rasanya kau tak di sini

Susunan barisannya tak sama lagi

Ooh… Satu… dua… tiga…

Ini nyata, kau telah pergi…

Ku bertamu kerumah barumu,

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh

Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu

Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku

Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu