BERITA TERKINI
Lima Film Terbaik Joe Wright, Sutradara yang Kerap Berhasil Mengadaptasi Karya Klasik

Lima Film Terbaik Joe Wright, Sutradara yang Kerap Berhasil Mengadaptasi Karya Klasik

Mengadaptasi karya sastra legendaris ke layar lebar bukan pekerjaan mudah, terlebih ketika sebuah cerita sudah memiliki basis penggemar kuat dan pernah diangkat dalam versi lain. Namun, Joe Wright berulang kali menunjukkan kemampuannya meramu adaptasi dengan pendekatan khas, mulai dari realisme yang detail hingga gaya teatrikal. Berikut lima film terbaik karya Joe Wright yang menegaskan reputasinya sebagai spesialis adaptasi.

1. Pride and Prejudice (2005)
Joe Wright mengambil tantangan besar saat mengadaptasi Pride and Prejudice, mengingat pada 1995 BBC sudah merilis miniseri yang sukses. Dalam versinya, Wright menempatkan Keira Knightley sebagai Elizabeth Bennet dan Matthew Macfadyen sebagai Mr. Darcy. Dengan detail yang menawan serta pendekatan realisme, film ini dinilai mampu menampilkan kompleksitas karakter seperti yang tertuang dalam novel Jane Austen. Hingga kini, Pride and Prejudice versi Wright kerap disebut sebagai salah satu adaptasi novel klasik terbaik dan kerap dibandingkan dengan versi BBC yang dibintangi Colin Firth dan Jennifer Ehle.

2. Atonement (2007)
Atonement menjadi kolaborasi kedua Wright dengan Keira Knightley. Mengadaptasi novel klasik yang sudah memiliki reputasi kuat, Wright kembali memikul ekspektasi tinggi dari penggemar. Ia menyusun jajaran pemeran yang dinilai tepat untuk tiap karakter. Selain Knightley, penampilan Saoirse Ronan dan James McAvoy turut menuai pujian. Bahkan, ada penonton yang menilai versi filmnya lebih nyaman dinikmati dibandingkan novel aslinya—sebuah apresiasi yang menegaskan keberhasilan Wright dalam menerjemahkan cerita ke medium sinema.

3. Anna Karenina (2012)
Pada 2012, Wright merilis Anna Karenina dan semakin mengukuhkan dirinya sebagai sutradara yang piawai mengolah adaptasi. Ia kembali memasangkan Keira Knightley dan Matthew Macfadyen sebagai pasangan suami istri, namun dengan dinamika yang berbeda dari Pride and Prejudice. Keduanya digambarkan tidak memiliki chemistry dan ikatan seperti dalam film sebelumnya, yang sekaligus menonjolkan versatilitas akting mereka. Sebagai Anna, Knightley lebih banyak beradu peran dengan Aaron Taylor Johnson yang memerankan kekasih gelapnya. Wright juga memilih pendekatan berbeda dengan menambahkan unsur teatrikal yang mengurangi kesan realisme.

4. Darkest Hour (2017)
Wright kembali menarik perhatian lewat Darkest Hour (2017). Ini merupakan kali kedua ia mengadaptasi kisah tokoh nyata, setelah sebelumnya membuat The Soloist yang berkisah tentang musisi dengan skizofrenia, Nathaniel Ayers. Dalam Darkest Hour, Wright mengangkat Winston Churchill. Film ini mengikuti sekilas kehidupan Churchill saat menjabat Perdana Menteri Inggris, terutama pada masa menjelang Perang Dunia II yang digambarkan sebagai periode paling sulit dan menguras emosi. Kolaborasi Wright dengan Gary Oldman disebut membawa film ini meraih sejumlah penghargaan bergengsi.

5. Cyrano (2021)
Pada 2021, Wright mengadaptasi naskah drama Cyrano de Bergerac menjadi film fitur berformat musikal. Film ini mengikuti perspektif seorang pria dengan dwarfisme yang menyimpan rasa pada sahabat masa kecilnya. Peter Dinklage dipercaya memerankan Cyrano. Dengan format musikal, film ini berupaya membawa penonton meresapi perasaan mendamba, patah hati, sekaligus keinginan tokohnya untuk tetap menjaga perasaan orang yang ia cintai. Bagi penikmat period drama, Cyrano disebut sebagai salah satu karya kuat Wright.

Lewat lima film tersebut, Joe Wright menunjukkan konsistensi dalam mengolah cerita yang sudah dikenal luas menjadi pengalaman sinematik yang tetap menarik. Kejelian memilih pemeran, gaya visual yang kuat, serta keberanian mengubah pendekatan dari satu film ke film lain menjadi ciri yang menonjol dalam filmografinya.