Seniman visual Le Giang angkat bicara menyusul kontroversi video musik “Come My Way” yang dibawakan Son Tung M-TP dan Tyga. Ia mengaku mengalami keterkejutan besar dan tekanan emosional setelah mengetahui karyanya, “Tàn Chỉ” (Vestige of the Land, 2017), diduga digunakan dalam video tersebut, khususnya pada bagian menit 03:55 hingga 04:07.
Le Giang mengatakan, setelah mengetahui kejadian itu, ia mengirim permintaan penjelasan kepada perusahaan produksi video Antiantiart. Ia berharap semua pihak yang terlibat dapat bekerja sama dengan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, profesional, dan sesuai hukum.
Namun, ia menilai permintaan maaf yang dipublikasikan tim produksi tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya. Le Giang menyebut permintaan maaf tersebut tidak menunjukkan rasa hormat dan belum disertai langkah konkret untuk bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran hak cipta berdasarkan ketentuan hukum kekayaan intelektual.
Ia juga menyatakan hingga saat ini pemilik video musik yang menggunakan gambar dari karyanya belum menghubunginya untuk memenuhi kewajiban terkait penggunaan karya yang dilindungi hak cipta. Le Giang mengungkapkan kekecewaan atas cara pihak-pihak terkait menangani persoalan tersebut.
Menurut Le Giang, hal yang paling membuatnya sedih adalah dugaan pelanggaran itu terjadi di lingkungan industri kreatif, yang seharusnya menempatkan penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual sebagai nilai inti. Ia juga mengaku menghadapi serangan pribadi dan komentar fitnah di media sosial setelah isu ini menjadi perhatian publik.
“Sebagai seniman visual dan pendidik seni, saya berbicara bukan hanya untuk diri saya sendiri. Jika saya tidak membela Tàn Chỉ, maka di masa depan, bagaimana seniman muda, yang kekurangan suara dan sumber daya, dapat melawan pencurian kekayaan intelektual oleh tim yang lebih besar?” ujarnya.
Kontroversi terkait video musik “Come My Way” mencuat setelah muncul sejumlah pendapat yang menyatakan visual dalam produk tersebut menunjukkan tanda-tanda penggunaan materi dari karya Le Giang tanpa izin. Sebelumnya, pihak produksi telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kekurangan dalam proses pengendalian materi sumber serta implementasi desain. Namun, pernyataan terbaru Le Giang menunjukkan persoalan tersebut belum terselesaikan secara memuaskan bagi kedua pihak.