Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menggelar layanan Pulih Jiwa Terpadu untuk memperkuat dukungan kesehatan mental bagi warga binaan, Kamis (09/04). Program ini disiapkan sebagai ruang pemulihan sekaligus wadah bagi warga binaan untuk mengekspresikan perasaan dan menjaga keseimbangan mental selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan yang berlangsung di klinik Lapas tersebut menghadirkan residen dari Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Mereka memberikan pendampingan dan sesi konseling secara langsung. Sebanyak 11 warga binaan mengikuti layanan ini secara bergantian dalam suasana yang kondusif.
Melalui pendekatan humanis, warga binaan diberi ruang untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dipendam. Sesi konseling ini menjadi sarana berbagi cerita sekaligus membantu mereka memahami dan mengelola tekanan emosional dengan cara yang lebih sehat.
Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang menempatkan kesehatan mental sebagai fondasi penting dalam proses pembinaan. Menurutnya, konseling diharapkan dapat membantu warga binaan mengurangi beban pikiran sehingga lebih siap menjalani masa pidana dan mengikuti kegiatan pembinaan di dalam Lapas.
Salah satu warga binaan, Candra, menyampaikan bahwa layanan ini berdampak positif bagi dirinya. Ia mengaku merasa lebih tenang setelah berani membuka diri dan menceritakan hal-hal yang selama ini dipendam. Ia juga menyebut dirinya merasa lebih lega, lebih ikhlas, dan mulai bisa menerima keadaan.
Melalui Pulih Jiwa Terpadu, Lapas Tabanan mendorong terciptanya kondisi mental yang lebih sehat bagi warga binaan sebagai bekal menjalani pembinaan serta persiapan untuk kembali ke tengah masyarakat.