Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo menampilkan produk unggulan berbasis potensi lokal dalam Bazar UMKM Warga Binaan se-Maluku yang digelar di Halaman Lapas Ambon, Jumat, 10 April 2026. Produk yang dibawa antara lain olahan ikan balowo dan pompong.
Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter J Lessy, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pamer produk, tetapi juga ruang pembuktian bahwa proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat melahirkan keterampilan yang bernilai dan berdampak nyata.
Menurut Lessy, keikutsertaan Lapas Dobo dalam bazar tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan perubahan positif warga binaan. Ia menegaskan, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup ke depan.
Lessy menjelaskan, saat ini Lapas Dobo tengah mengembangkan dua unit usaha kecil menengah (UKM) yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal. Program ini dirancang agar warga binaan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.
Ia menilai bazar juga membuka peluang bagi masyarakat untuk melihat secara langsung hasil pembinaan yang dilakukan di dalam lapas. Membangun kepercayaan publik, kata dia, menjadi salah satu tujuan penting melalui kegiatan tersebut.
Lessy berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkembang menjadi agenda tahunan, sehingga pembinaan yang telah berjalan dapat terus meningkat dan memberi manfaat lebih luas. Melalui wadah seperti bazar UMKM, hasil karya warga binaan dinilai tidak hanya mendapat apresiasi, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat peran lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian.