BERITA TERKINI
Lanjong Art Festival Kembali Digelar di Tenggarong Setelah Delapan Tahun Vakum

Lanjong Art Festival Kembali Digelar di Tenggarong Setelah Delapan Tahun Vakum

Lanjong Art Festival kembali hadir di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), setelah delapan tahun vakum. Festival yang sebelumnya rutin digelar ini sempat terhenti sejak 2017, salah satunya akibat pandemi Covid-19 yang membuat banyak agenda kesenian tidak dapat berjalan.

Direktur Lanjong, Kosis Ahoren, mengatakan penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali ragam kesenian kontemporer kepada masyarakat Kukar. Ia menyebut festival juga dimaksudkan sebagai ruang refleksi sekaligus pengenalan bentuk-bentuk kesenian yang belum tentu populer di Tenggarong.

“Kami ingin memberi ruang refleksi sekaligus mengenalkan kesenian yang mungkin belum populer di Tenggarong. Walaupun tidak mudah, upaya ini tetap kami jalankan,” ujar Kosis pada Selasa (19/8/2025) malam.

Mengusung tema Habis Barat Terbitlah Timur, Lanjong Art Festival 2025 dijadwalkan berlangsung pada 22–28 Agustus di Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong. Rangkaian kegiatan yang disiapkan mencakup pertunjukan, kompetisi teater nasional, workshop, sarasehan, karya kolaborasi, serta eksibisi seniman dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Spanyol, dan Brasil.

Kosis menegaskan, festival tahun ini menempatkan seni teater sebagai fokus utama sekaligus identitas Lanjong. Menurutnya, teater memiliki keluwesan untuk bersinggungan dengan berbagai bentuk kesenian.

Direktur Lanjong Art Festival, Mimi Nuryanti, menambahkan bahwa kompetisi teater nasional menjadi salah satu agenda yang dinilai istimewa karena terbuka bagi kelompok teater dari seluruh Indonesia. Dari proses kurasi, terpilih 11 kelompok dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Dari hasil kerja kurator, terpilih 11 kelompok teater dari berbagai wilayah Indonesia. Ini bagian dari cara Lanjong Festival membangun ekosistem, dengan menghadirkan distribusi yang luas,” kata Mimi.

Selain kompetisi, festival juga menghadirkan workshop yang mempertemukan generasi muda dengan para empu teater. Mimi menyebut ruang transfer pengetahuan lintas generasi ini menjadi salah satu tujuan penting festival, melampaui sekadar popularitas.

“Kami ingin festival ini jadi ruang distribusi pengetahuan, bukan sekadar tontonan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Eksternal Lanjong Art Festival, Dedi Nala Arung, mengingatkan bahwa vakumnya festival terjadi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membuat banyak kegiatan kesenian terhenti. Ia berharap kembalinya Lanjong Art Festival dapat menjadi penanda kebangkitan kembali setelah jeda panjang.

“Delapan tahun vakum ini cukup panjang. Kami berharap Lanjong Art Festival bisa jadi semacam kebangkitan kembali,” kata Dedi.