Lagu daerah Banjar “Baras Kuning” kembali menjadi perhatian setelah diaransemen ulang dalam balutan musik jazz big band. Versi terbaru ini menghadirkan nuansa yang lebih megah dan dinamis, berbeda dari aransemen-aransmen sebelumnya.
Pencipta lagu, Dino Sirajudin, menjelaskan “Baras Kuning” dibuat bersama almarhum Rasni Darusman pada era 1980-an. Saat itu, lagu tersebut disiapkan untuk mengikuti lomba cipta lagu Banjar tahunan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kotamadya Banjarmasin.
Menurut Dino yang juga Ketua PAPPRI DPD Kalimantan Selatan, sejak pertama kali diperkenalkan, “Baras Kuning” berkembang menjadi salah satu karya yang dikenal dan memiliki tempat tersendiri di masyarakat Banjar. Ia menyampaikan hal itu pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam perjalanannya, “Baras Kuning” telah tampil dalam beragam aransemen, mulai dari nuansa tradisional dengan iringan musik panting khas Banjar hingga versi pop modern. Selama ini, lagu tersebut juga identik dibawakan oleh penyanyi perempuan.
Kali ini, “Baras Kuning” ditampilkan dengan pendekatan berbeda. Lagu tersebut dibawakan oleh penyanyi pria dengan iringan jazz big band. Dino berharap pembaruan ini dapat menjadi angin segar sekaligus memperluas interpretasi terhadap lagu daerah tersebut.
Aransemen terbaru digarap oleh musisi yang dikenal sebagai Iwan Bandung, yang sekaligus mengisi vokal. Dalam proses produksinya, Iwan memanfaatkan teknologi digital berupa VST Sound Library untuk membangun orkestrasi yang lebih kaya dan modern. Dino menyebut contoh lagu “Baras Kuning” diunduh dari kanal YouTube miliknya, lalu hasil aransemen diterima dalam format MP3.
Kehadiran versi baru ini dinilai menunjukkan bahwa lagu daerah tetap relevan dan dapat terus berkembang mengikuti zaman. Inovasi aransemen diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal dan mencintai musik tradisional Banjar.