BERITA TERKINI
Kurasi Musik Semarang Vol. 1 Hadirkan Ruang Baru bagi Musisi Independen Lokal

Kurasi Musik Semarang Vol. 1 Hadirkan Ruang Baru bagi Musisi Independen Lokal

Kurasi Musik Semarang Vol. 1 digelar di Burjo Edenia, kawasan Jl. Abdurrahman Saleh, Semarang Barat, dan disebut menjadi penanda lahirnya ruang baru bagi skena independen di kota tersebut. Acara ini berlangsung sejak pukul 19.00 WIB dan menghadirkan tiga penampil lokal: Mellodika, Konspirator, serta Gelombang Kota.

Berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya, Kurasi Musik Vol. 1 tidak hanya menampilkan musisi di atas panggung, tetapi juga menghadirkan proses penilaian oleh kurator. Dengan demikian, penampilan para musisi tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan bagian dari proses kurasi.

Perwakilan Kurasi Musik Indonesia, James, menyebut Semarang sebagai titik penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap acara tersebut tidak berhenti pada edisi perdana. “Kami ingin ini jadi rumah. Tempat musisi Semarang dan sekitarnya tumbuh, diuji, dan ditemukan,” ujarnya.

Mellodika membuka malam dengan sajian drum & bass yang agresif. Dentuman beat cepat berpadu dengan permainan teknis yang solid, membangun atmosfer panas sejak awal penampilan.

Penampil kedua, Konspirator, menghadirkan nuansa grunge yang mentah namun terstruktur. Mereka membawakan tiga lagu dengan komposisi yang kuat serta rhythm section yang menonjol. Penampilan ini turut menarik perhatian para kurator yang hadir, yakni Ully Dalimunthe dan Safir Bian Gindas dari Kurasi Musik Indonesia, serta Emtee Blackmore dari Kurasi Musik Wonosobo.

Gelombang Kota menutup rangkaian acara dengan warna yang kontras. Mengusung pop elektronik bertema patah hati, mereka memilih pendekatan yang ritmis dan segar, tanpa larut dalam kesedihan yang klise. Dalam penampilan tersebut, salah satu kurator juga melontarkan komentar yang disebut tajam.