Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengawali rangkaian kunjungan kenegaraannya ke India dengan bertemu warga Korea yang tinggal di luar negeri. Pertemuan itu berlangsung pada 19 April 2026 waktu setempat di sebuah hotel di New Delhi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lee menilai Korea Selatan dan India berpotensi menjadi mitra strategis paling penting satu sama lain, di tengah dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan rantai pasok serta krisis ekonomi global yang disebutnya kian berkepanjangan.
Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan puncak dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang dijadwalkan pada 20 April 2026 berpeluang mendorong hubungan bilateral ke tingkat yang berbeda.
Presiden Lee menyoroti posisi India yang disebut telah melampaui Tiongkok dalam jumlah penduduk, menjadi ekonomi terbesar keempat dunia, dan diperkirakan akan segera menempati peringkat ketiga. Menurutnya, India tidak hanya dipandang sebagai pasar konsumsi, tetapi juga negara kunci yang memimpin produksi global dan rantai pasok.
Ia menambahkan, India—seperti Korea Selatan—bergantung pada impor untuk sebagian besar bahan baku dan energi. Karena itu, ia menilai terdapat ruang kerja sama yang signifikan antara kedua negara.
Dalam pertemuan dengan warga Korea di India, Presiden Lee turut meminta mereka berperan aktif dalam diplomasi sipil. Ia juga menyatakan pemerintah akan memberikan dukungan agar perusahaan dan warga Korea dapat beraktivitas dalam lingkungan yang lebih stabil.
Setelah pertemuan puncak pada 20 April 2026, Presiden Lee dijadwalkan menghadiri jamuan makan siang persahabatan.