Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sport tourism di Bali, termasuk rencana kegiatan lari yang digagas ASITA Bali. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran ASITA Bali di Jayasabha, Senin, 6 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra memaparkan rencana penyelenggaraan ajang fun run bertajuk “road to 100 tahun pariwisata Bali”. Kegiatan ini dirancang menghadirkan dua kategori lintasan, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan target partisipasi hingga 20.000 peserta.
Menurut Winastra, event tersebut disiapkan sebagai bagian dari promosi destinasi wisata berkelanjutan dengan titik start di kawasan Jatiluwih Rice Terraces. Ke depan, kegiatan ini direncanakan digelar secara bergilir di seluruh kabupaten di Bali.
“Tema yang kami usung adalah begin the journey from Jatiluwih. Harapannya, event ini mampu memperluas promosi destinasi wisata Bali secara merata,” ujar Winastra.
Ia juga menekankan peran ASITA yang berdiri sejak 1974 dalam memasarkan destinasi wisata di seluruh wilayah Bali. Karena itu, ASITA mendorong dukungan pemerintah melalui implementasi regulasi, termasuk Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020, untuk memperkuat tata kelola industri perjalanan wisata.
Selain pengembangan event, ASITA Bali menyoroti pentingnya peningkatan standar keamanan dan kebersihan destinasi wisata agar kualitasnya lebih baik dan seragam. Dalam waktu dekat, ASITA juga akan menggelar ajang internasional Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 pada 28–31 Mei di kawasan Nusa Dua.
BBTF 2026 diperkirakan diikuti 301 buyer dari 40 negara, 270 perusahaan peserta pameran, serta partisipasi dari 11 provinsi di Indonesia, dengan jumlah yang disebut masih berpotensi bertambah.
Menanggapi paparan tersebut, Koster menilai sport tourism sebagai peluang besar untuk memperkuat daya tarik pariwisata Bali di tingkat global. “Saya tentu mendukung penuh. Pariwisata Bali memiliki kontribusi sangat besar, sekitar 53 persen terhadap devisa pariwisata nasional dan 45 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara,” tegasnya.
Koster menambahkan, peran strategis Bali dalam pariwisata nasional perlu diimbangi pembangunan infrastruktur yang memadai. Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah pusat disebut terus mendorong percepatan sejumlah proyek strategis, seperti pembangunan shortcut Denpasar–Singaraja, underpass Jimbaran, serta fasilitas parkir di kawasan Pura Batur.
Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat berdampak pada peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata Bali, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan dunia.