Konser langsung “Hanoi yang Damai” digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat dan pemimpin kota, antara lain Kamerad Nguyen Duy Ngoc, Anggota Biro Politik dan Sekretaris Komite Partai Kota Hanoi; Kamerad Vu Thu Ha, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hanoi; Letnan Jenderal Nguyen Thanh Tung, Direktur Kepolisian Kota Hanoi; serta perwakilan dari berbagai departemen dan instansi.
Acara dibuka lewat pertunjukan artistik yang memadukan musik, paduan suara, dan tari dalam gabungan lagu “Marching Towards Hanoi” dan “Hanoi Police for the Peace of Life.” Penampilan para petugas polisi dan tentara Hanoi yang tampil sebagai “seniman” di atas panggung meninggalkan kesan tersendiri, menggambarkan sosok yang tidak hanya teguh dalam tugas keamanan, tetapi juga dekat dengan kehidupan budaya masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan yang disebutkan dalam materi acara, Sekretaris Partai Hanoi juga menegaskan tuntutan akuntabilitas terhadap pimpinan departemen atau lembaga apabila terjadi keterlambatan pemberian panduan yang memicu kebingungan di tingkat akar rumput, memperlambat pemrosesan permohonan, dan membuat warga harus melakukan beberapa kali perjalanan dinas. Ia menekankan bahwa kepala departemen atau lembaga terkait akan dimintai pertanggungjawaban bila hal itu terjadi.
Program konser memandu penonton melalui tiga babak musik yang disusun dengan lapisan emosi bertahap. Bab I membawa pendengar kembali ke suasana Hanoi yang romantis dan mendalam melalui permainan biola dari artis Anh Tú, disertai lagu-lagu yang dikenal luas seperti “Mengenang Musim Gugur Hanoi,” “Hanoi yang Penuh Gairah” yang dibawakan penyanyi Đinh Mạnh Ninh, serta penampilan “diva” Mỹ Linh lewat “Mengenang Hanoi” dan “Aroma Magnolia.” Rangkaian ini menggambarkan Hanoi sebagai ruang kenangan dan nostalgia.
Bab II mengalihkan suasana ke lagu-lagu cinta Vietnam, dengan musik diposisikan sebagai bahasa berbagi dan koneksi. Aransemen yang lebih segar dan energik menghadirkan nuansa muda dan modern.
Bab III memperluas warna musikal melalui melodi internasional. Bagian ini membawa penonton pada perjalanan musik lintas batas, menempatkan Hanoi bukan hanya sebagai tujuan, melainkan persimpangan budaya global.
Salah satu momen yang menyita perhatian datang dari penampilan penyanyi Duong Hoang Yen yang bernyanyi langsung sambil memainkan xilofon batu di hadapan sekitar 20.000 penonton. Aksi tersebut disebut menjadi viral di media sosial. Dalam materi acara juga disebutkan bahwa penyanyi perempuan itu pernah dua kali meraih predikat mahasiswa terbaik.
Puncak konser terjadi pada bagian penutup ketika seluruh Gedung Segi Delapan secara serentak mematikan lampu sebagai bentuk dukungan terhadap Earth Hour. Pada momen itu, cahaya ribuan ponsel berpadu dengan melodi “Heal the World,” menciptakan suasana simbolis yang menyatukan artis dan penonton dalam pesan perdamaian, cinta, dan tanggung jawab sosial.
Konser kemudian ditutup dengan lagu “Bergandengan Tangan dalam Persatuan,” yang menyampaikan semangat solidaritas antarmasyarakat, antara Hanoi dan para sahabat di dalam maupun luar negeri.

