BERITA TERKINI
Konser Gratis “Hanoi Damai” Hadirkan Panggung Terbuka di Jantung Ibu Kota

Konser Gratis “Hanoi Damai” Hadirkan Panggung Terbuka di Jantung Ibu Kota

Konser langsung “Hanoi Damai” digelar sebagai upaya menghadirkan seni pertunjukan berkualitas tinggi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Program ini disutradarai Komite Rakyat Hanoi dan diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Olahraga bekerja sama dengan Kepolisian Hanoi, dengan konsep panggung terbuka dan akses gratis untuk publik di kawasan pejalan kaki.

Acara tersebut dihadiri anggota Politbiro sekaligus Sekretaris Komite Partai Kota Hanoi Nguyen Duy Ngoc. Sejumlah pejabat kota juga hadir, antara lain Bui Huyen Mai selaku Ketua Komite Front Persatuan Nasional Vietnam Kota Hanoi, Letnan Jenderal Nguyen Thanh Tung selaku Direktur Kepolisian Kota Hanoi, serta Vu Thu Ha selaku Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hanoi. Ribuan warga Hanoi, wisatawan domestik, dan wisatawan internasional turut memadati area pertunjukan.

Penyelenggara menyebut konser ini sebagai jembatan emosional yang menegaskan citra Hanoi sebagai jantung negara, tempat nilai budaya dan spiritual bertemu dan menyebar. Lebih dari sekadar pertunjukan, program ini juga diarahkan untuk mengubah Gedung Segi Delapan menjadi “panggung seni sejati” sekaligus ruang pertemuan budaya di pusat ibu kota, guna memperkuat citra Hanoi sebagai kota yang kreatif, berbudaya, dan ramah.

Judul “Hanoi Damai” membawa pesan utama acara: menggambarkan Hanoi bukan hanya sebagai pusat politik dan budaya, tetapi juga sebagai “rumah spiritual” yang selalu dirindukan. Melalui rangkaian musik, penonton diajak menemukan kembali keakraban, kenangan, dan rasa damai yang sederhana namun mendalam—yang disebut sebagai bagian dari identitas unik Hanoi.

Figur sentral dalam konser ini adalah pemain biola Anh Tú yang berperan sebagai salah satu direktur, direktur musik, sekaligus solis utama. Ia tampil bersama penyanyi opera Việt Dung. Permainan biola Anh Tú membimbing emosi penonton melalui beragam warna, dari melodi bertema Hanoi, lagu-lagu cinta, hingga karya internasional dan rock biola improvisasi.

Program ini melibatkan lebih dari 100 seniman dalam paduan suara, band, dan tari, di bawah arahan konduktor muda Luu Quang Minh. Para dosen dan seniman dari Sekolah Tinggi Seni Hanoi serta sejumlah organisasi seni lainnya turut berpartisipasi untuk membentuk pertunjukan berskala besar dan profesional.

Selain menjalankan tugas pengamanan, Persatuan Pemuda Komunis Ho Chi Minh dari Kepolisian Kota Hanoi juga tampil dalam aksi panggung. Kehadiran para petugas berseragam hijau di atas panggung diposisikan sebagai pesan tentang keterkaitan antara tanggung jawab dan kreativitas, serta antara perlindungan dan pengabdian untuk menghadirkan kedamaian dalam kehidupan.

Konser dibuka dengan perpaduan “Marching Towards Hanoi” dan “Hanoi Police for Peaceful Life” yang melibatkan lebih dari 100 artis, penyanyi, dan paduan suara. Aransemen yang memadukan musik simfoni, paduan suara, dan tarian menghadirkan gambaran Hanoi yang kuno sekaligus dinamis dalam fase perkembangannya yang baru.

Pada bagian pertama, penonton diajak kembali ke melodi romantis khas Hanoi. Dalam kolaborasi lagu “Em ơi Hà Nội phố” dan “Hà Nội mùa vắng những cơn mưa”, permainan biola Anh Tú menghadirkan kisah tentang kota tua, Danau Hoan Kiem, dan suasana musim gugur. Penyanyi Dinh Manh Ninh membawakan “Mengenang Musim Gugur Hanoi” dan “Hanoi yang Penuh Gairah”, sementara diva My Linh tampil membawakan lagu-lagu bertema Hanoi seperti “Mengenang Hanoi” dan “Aroma Magnolia”.

Bagian kedua memperluas nuansa ke lagu-lagu cinta Vietnam. Anh Tú membawakan karya seperti “Let Me Be Closer to You” dan “Rebirth”, yang digambarkan sebagai penghubung antar generasi, antar gaya musik, dan antar ragam emosi cinta.

Bagian ketiga membawa penonton ke repertoar dunia melalui aransemen yang mencakup gabungan lagu Rusia “Two Shores” dan “Nomadic Love Song”, “A Time for Us”, serta gabungan “Lambada”, “Rivers of Babylon”, dan “Cheri Cheri Lady”. Keragaman ini diposisikan sebagai gambaran Hanoi yang terbuka dan siap merangkul budaya dunia, sambil tetap mempertahankan identitasnya.

Puncak acara hadir dalam Grand Finale yang menekankan pesan perdamaian. Anh Tú dan Việt Dung memimpin momen ketika ribuan orang bernyanyi bersama lagu tentang Hanoi: “Hanoi, iman, cinta, dan harapan, hari ini dan esok.”

Salah satu momen penutup yang menonjol terjadi ketika seluruh area Gedung Segi Delapan serentak mematikan lampu sebagai bentuk dukungan untuk Earth Hour. Cahaya dari ribuan ponsel dan lilin listrik menyatu dengan melodi “Heal the World”, menciptakan suasana simbolis yang menekankan pesan cinta, persatuan, dan tanggung jawab bersama. Setelah itu, program ditutup dengan “Bergandengan Tangan dalam Persatuan”, yang melibatkan seniman dan penonton hingga tercipta momen kebersamaan saat ribuan orang bergandengan tangan dan bernyanyi bersama.

Sepanjang konser, setiap penampilan disusun sebagai rangkaian emosi yang memuat kenangan, cinta, dan aspirasi perdamaian. Penyelenggara menilai partisipasi personel Kepolisian Kota Hanoi sebagai seniman mempertegas gagasan bahwa seni tidak terpisah dari kehidupan, melainkan menyatu dengan tanggung jawab dan pengabdian.

Melalui “Hanoi Damai”, Hanoi kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif dan pusat budaya, sekaligus menyampaikan pesan sebagai Kota Perdamaian—tempat masyarakat dapat menemukan ketenangan batin di tengah pertemuan antara warisan masa lalu dan ritme kehidupan modern.