Komisi III DPRD Balikpapan menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya efektif. Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, usai rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Menurut Yusri, upaya pengendalian banjir perlu mengombinasikan sejumlah langkah teknis, mulai dari pengerukan sedimen, pelebaran alur sungai, hingga pembangunan rumah pompa. Ia menilai pendekatan yang komprehensif mendesak dilakukan agar banjir yang kerap melanda Balikpapan tidak terus berulang.
Yusri menyebut Dinas PU telah memiliki perencanaan sebagai langkah awal. Salah satu poin yang disorot adalah rencana pelebaran sungai hingga 40–50 meter untuk meningkatkan kapasitas tampung air.
Ia mencontohkan kawasan Jalan MT Haryono, khususnya di Kelurahan Damai Bahagia, yang disebut sering terdampak banjir akibat penyempitan alur sungai dan tingginya sedimentasi. Di area tersebut, pelebaran drainase, pengerukan sedimen, serta penambahan unit rumah pompa menjadi fokus untuk memperlancar aliran air menuju pembuangan akhir.
Yusri menegaskan penanganan banjir tidak cukup hanya dengan pelebaran sungai, melainkan harus dibarengi pengerukan sedimen dan pembangunan rumah pompa. Ia menyampaikan sebagian langkah sudah berjalan dan ke depan direncanakan ada penambahan beberapa unit rumah pompa.
DPRD Balikpapan, kata Yusri, berkomitmen mendorong pemerintah kota agar program penanganan banjir tetap menjadi agenda prioritas. Namun, ia mengingatkan realisasi rencana berskala besar tersebut sangat bergantung pada kekuatan anggaran daerah.
Ia berharap kondisi fiskal kota tetap stabil sehingga program dapat berjalan sesuai rencana dan segera direalisasikan. “Harapannya anggaran kita ke depan tetap memungkinkan dan rencana ini bisa terlaksana,” ujar Yusri.