Kohler bekerja sama dengan Richard Christiansen, pendiri Flamingo Estate, meluncurkan instalasi multisensorik bertajuk The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler dalam rangka Milan Design Week 2026. Instalasi ini mengajak pengunjung memasuki pengalaman yang memadukan arsitektur, lanskap, dan ketenangan sebagai satu kesatuan yang saling bergantung, sekaligus menjadi ruang untuk refleksi dan pembaruan diri.
Pameran tersebut digelar di halaman Padiglione d'Arte Contemporanea selama Fuorisalone. Fokus utamanya adalah sebuah bathhouse bergaya brutalist yang terinspirasi dari desain bathhouse di perbukitan California pada properti Flamingo Estate. Di dalamnya, Kohler menampilkan ekspresi baru dari bak mandi besi cor berlapis enamel ikonik yang berdiri sendiri, dilengkapi penutup logam asli dan disajikan dengan finishing tembaga.
Instalasi dirancang dengan palet warna logam yang tampak terpapar cuaca serta permukaan alami, sehingga menghadirkan kesan seolah muncul dari lingkungan sekitar, bukan ditempatkan secara artifisial. Struktur ini menjulang dari hamparan bunga liar dan menegaskan filosofi desain yang berakar pada hubungan timbal balik dengan alam.
Melalui proyek ini, aktivitas mandi diposisikan sebagai pengalaman pemulihan—sekaligus ritual dan ruang menyepi—untuk relaksasi tubuh, ketenangan pikiran, serta meningkatkan kesadaran akan cahaya, air, dan material. Di pusatnya terdapat bak mandi Kohler Reverie terbaru yang terbuat dari besi cor berlapis enamel dan dilengkapi penutup tembaga asli. Bak mandi itu ditempatkan sebagai titik fokus di ruangan bercahaya, dengan permukaan hangat yang memantulkan sinar matahari melalui jendela kaca patri berukuran besar. Sebanyak 200 lilin Flamingo Estate menghiasi dinding bathhouse, mempertebal kilau cahaya dan membangun suasana yang lebih hening.
Struktur berlapis tembaga yang dibawa ke Milan ini disebut melambangkan keahlian Kohler selama 153 tahun, sekaligus menandai arah baru dalam inovasi material. Teknik warisan seperti pembentukan, pengelasan, dan penyelesaian yang dikerjakan dengan tangan dipertemukan dengan seni kontemporer untuk merumuskan masa depan desain kamar mandi.
Di area taman liar instalasi tersebut, ditampilkan pula empat pollinator bath yang unik. Konsep ini dicetuskan oleh Christiansen, dirancang oleh Kohler, dan dicetak di pabrik pengecoran bersejarah Kohler di Wisconsin, Amerika Serikat. Setiap objek dibentuk secara berbeda dan diposisikan sebagai tempat perlindungan bagi burung, lebah, serta spesies penyerbuk lainnya. Melalui material yang dibuat tahan lama dan gestur yang mendukung keanekaragaman hayati, elemen ini menguatkan narasi tentang hubungan timbal balik antara kerajinan manusia dan dunia alam.
Secara keseluruhan, lingkungan imersif ini menekankan kecintaan pada kerajinan, budaya, dan cara hidup yang menemukan keberlanjutan dalam kesederhanaan, serta kesejahteraan yang bertahan melalui keharmonisan dengan alam.
The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler akan diresmikan saat Fuorisalone di Padiglione d'Arte Contemporanea, Via Palestro 14, 20121 Milan, Italia. Instalasi dibuka untuk umum pada Selasa, 21 April hingga Minggu, 26 April, dengan jam kunjungan: Selasa 12.00–19.00; Rabu 12.00–16.00 dan 20.00–22.00; Kamis hingga Sabtu 12.00–22.00; serta Minggu 12.00–18.00.
Flamingo Estate sendiri didirikan pada 1940-an di perbukitan Los Angeles. Dalam sejarahnya, tempat ini digambarkan sebagai ruang hedonis untuk pemujaan matahari, mitologi rakyat, dan pengobatan psikedelik—sebuah perlindungan tersembunyi untuk “wild alchemy” di City of Angels. Kini Flamingo Estate menjadi kediaman Richard Christiansen dan diposisikan sebagai perayaan atas kenikmatan yang lahir dari alam, dengan bahan-bahan yang disebut berasal dari lebih dari 125 pertanian dan kolaborator serta menekankan keterlacakan bahan hingga ke petani yang menanamnya.

