Agenda Kirab Mahkota Binokasih 2026 kembali digelar sebagai bagian dari kirab budaya yang menapaktilasi jejak Pajajaran dan budaya Sunda. Berdasarkan informasi resmi yang dibagikan melalui Instagram @disparbudjabar milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, pelaksanaan kirab budaya hari ke-6 mengangkat tema “Nitis Wanci Batutulis” dan berlangsung di Kota Bogor pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 19.30 WIB.
Rute kirab dimulai dari Museum Pajajaran dan berakhir di Lawang Surya Kencana. Jalur ini disebut sebagai simbol perjalanan sejarah yang menghubungkan kembali jejak peradaban Sunda dengan kawasan bersejarah di pusat Kota Bogor.
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan, sebanyak 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat turut ambil bagian. Keterlibatan puluhan daerah ini menunjukkan skala acara yang luas dalam rangkaian Kirab Mahkota Binokasih 2026.
Merujuk informasi dari bapenda.jabarprov.go.id, rangkaian Kirab Mahkota Binokasih 2026 sebelumnya diawali pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di wilayah Cianjur. Masyarakat setempat juga diimbau hadir untuk menyaksikan prosesi kirab yang disebut sebagai simbol perjalanan sejarah Pajajaran.
Kirab Mahkota Binokasih 2026 menampilkan beragam kesenian khas daerah. Dari Kota Bogor, kesenian yang diangkat adalah Tari Payung Pajajaran, tarian kreasi baru yang menggambarkan iring-iringan putri Sri Baduga Maharaja menuju Pakuan Pajajaran untuk menyaksikan penobatan raja.
Selain itu, sejumlah kesenian dari berbagai daerah di Jawa Barat turut ditampilkan, di antaranya Angklung Gubrag dari Kabupaten Bogor, Kuda Renggong dari Kabupaten Sumedang, Sisingaan dari Kabupaten Subang, Manuk Janur dari Kota Banjar, Tari Topeng Bekasi dari Kabupaten Bekasi, Ngarak Posong dari Kabupaten Cianjur, serta Berokan Dermayu dari Kabupaten Indramayu.
Kehadiran 27 kesenian khas daerah tersebut menjadikan kirab sebagai ruang ekspresi budaya Sunda yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
Agenda ini juga memperkenalkan 14 kampung adat di Jawa Barat. Beberapa di antaranya adalah Kampung Adat Kuta, Kampung Naga, Kampung Adat Pulo, Kampung Adat Urug, Kampung Adat Ciptagelar, dan Kampung Adat Cireundeu, yang disebut sebagai bagian dari kekayaan tradisi yang masih lestari hingga kini.
Menariknya, rangkaian kirab budaya ini juga melibatkan kesenian dari luar Jawa Barat, yakni Ondel-Ondel dari Jakarta, Rampak Bedug dari Banten, Kentongan dari Cilacap, Seni Umbul dan Kuda Lumping dari Brebes, serta Calung dari Banyumas.
Kirab Mahkota Binokasih 2026 digelar sebagai agenda wisata budaya yang menonjolkan keragaman seni dan tradisi, sekaligus memperkuat narasi napak tilas sejarah Pajajaran melalui rangkaian pertunjukan dan prosesi kirab di sejumlah daerah.