BERITA TERKINI
Ki Ageng Ganjur Gelar Roadshow di Uzbekistan, KBRI Tashkent Dorong Diplomasi Budaya

Ki Ageng Ganjur Gelar Roadshow di Uzbekistan, KBRI Tashkent Dorong Diplomasi Budaya

Grup musik tradisional asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, menggelar rangkaian pertunjukan di Uzbekistan pada musim semi 2026. Roadshow ini berlangsung di Tashkent, Samarkand, dan Boysun, dengan dukungan KBRI Tashkent sebagai bagian dari upaya pengenalan budaya Indonesia di Asia Tengah.

Dalam agenda tersebut, Ki Ageng Ganjur dijadwalkan tampil pada konser di University of Tourism and Cultural Heritage Samarkand pada 30 April 2026, kemudian mengikuti festival etno-budaya Boysun Bakhori di Kota Boysun pada 1–3 Mei 2026, serta menggelar konser di Uzbekistan State World Languages University di Tashkent pada 5 Mei 2026.

Kelompok ini dikenal lewat akulturasi musik gamelan Jawa dengan unsur musik Barat dan Timur Tengah. Dalam penampilannya di Uzbekistan, Ki Ageng Ganjur membawakan lagu-lagu Indonesia seperti “Caping Gunung”, lagu Barat seperti “Heal the World” dan “Sweet Child O’Mine”, serta menampilkan lagu Uzbekistan “Chaykhona” dengan aransemen ber-genre jazz.

Rangkaian konser tersebut mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton. Selain itu, Ki Ageng Ganjur juga menerima penghargaan dari penyelenggara Boysun Festival atas dedikasi dan kontribusinya dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kesenian tradisional di tingkat internasional.

Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, menyatakan keyakinannya bahwa penampilan Ki Ageng Ganjur dapat berperan signifikan dalam diplomasi Indonesia di Uzbekistan. Menurutnya, musik dapat menjadi medium yang mudah menembus batas negara dan mempercepat pengenalan budaya Nusantara kepada masyarakat global, termasuk masyarakat Uzbekistan.

Ruhaini juga menekankan pentingnya diplomasi budaya dalam strategi hubungan luar negeri. Ia menilai, ketika masyarakat Uzbekistan semakin mengenal budaya Nusantara, peluang untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara—baik di bidang politik maupun ekonomi—akan semakin terbuka.

Partisipasi Ki Ageng Ganjur dalam Boysun Bakhori disebutnya sebagai langkah strategis untuk memperkuat citra budaya Indonesia di tingkat internasional. Festival Boysun Bahori merupakan festival etno-budaya internasional tahunan yang telah diakui UNESCO sebagai bagian dari “Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan” dan menampilkan beragam olahraga tradisional, musik rakyat, tarian, serta kerajinan tangan dari kawasan Asia Tengah. Festival ini digelar di wilayah Surkhandarya.