Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi SD Negeri 5 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, untuk meresmikan 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) yang tersebar di Provinsi Sumatra Barat. Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar di wilayah yang terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah juga menyiapkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan pascabencana pada 2026. Program tersebut akan menyasar 322 satuan pendidikan di Sumatra Barat yang terdampak bencana.
Dari total 322 satuan pendidikan yang direncanakan direvitalisasi, sebanyak 301 sekolah akan dibangun dengan skema swakelola. Sementara 21 sekolah lainnya akan dibangun melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Abdul Mu’ti menyebut pembangunan RKD melibatkan dukungan berbagai pihak yang bekerja bersama dalam proses rekonstruksi. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat belajar warga SDN 5 Batang Anai.
“Untuk seluruh murid, teruslah belajar dengan giat dan semangat. Jangan pernah menyerah dan harus memiliki tekad yang kuat untuk mencapai cita-cita,” ujar Abdul Mu’ti.
Secara sebaran, Kemendikdasmen membangun 26 RKD di dua kabupaten di Sumatra Barat, yakni 21 RKD di Kabupaten Agam dan lima RKD di Kabupaten Padang Pariaman. Dengan ruang kelas darurat tersebut, siswa di wilayah terdampak diharapkan dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman sambil menunggu pembangunan gedung permanen selesai.