BERITA TERKINI
Kemenag Tingkatkan Sarana IAIN Kerinci Lewat Dana SBSN 2021 untuk Gedung Kuliah Terpadu

Kemenag Tingkatkan Sarana IAIN Kerinci Lewat Dana SBSN 2021 untuk Gedung Kuliah Terpadu

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) pada Ditjen Pendidikan Islam terus membenahi sarana dan prasarana perguruan tinggi, salah satunya melalui anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Pada tahun anggaran 2021, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menjadi salah satu dari lima Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menerima manfaat SBSN. Nilai anggaran yang diterima mencapai Rp42,1 miliar untuk pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu.

Rektor IAIN Kerinci Asy’ari Husain menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan tersebut. Ia menyebut proyek SBSN 2021 menjadi dukungan penting bagi penguatan sarana kampus di tengah kebutuhan fasilitas pendidikan yang mendesak. Pernyataan itu disampaikan di Kerinci, Selasa (8/6/2021), saat ia didampingi Wakil Rektor Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Jafar Ahmad.

Asy’ari menjelaskan, IAIN Kerinci saat ini memiliki sekitar 5.700 mahasiswa yang tersebar di tiga fakultas, yakni Fakultas Syari’ah, Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD).

Terkait ketersediaan lahan, ia menyebut kampus memiliki sekitar 21 hektare tanah yang tersebar di tiga lokasi. Menurutnya, kebutuhan lahan sementara sudah mencukupi, namun pengembangan tetap akan dilakukan.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan hingga tahun 2020 Kemenag melalui SBSN telah membangun 211 gedung dengan nilai total Rp5,893 triliun pada 57 PTKIN.

Ruchman berharap pembangunan yang didanai SBSN di IAIN Kerinci dapat berjalan lancar dan berkualitas, serta tidak mengalami keterlambatan maupun berujung pada kondisi mangkrak atau Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP). Ia juga menekankan pentingnya memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan bekerja secara amanah dan profesional.

Ia menilai IAIN Kerinci berpeluang terus berkembang dan menekankan perlunya dukungan sumber daya manusia muda yang memiliki motivasi tinggi, berkinerja baik, serta adaptif terhadap teknologi.

Adapun Wakil Rektor Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan IAIN Kerinci, Jafar Ahmad, menyebut FEBI menjadi salah satu fakultas dengan perkembangan pesat dan animo besar dari masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan fakultas lain juga memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Jafar berharap pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu dapat membantu mengatasi kekurangan ruang kuliah sekaligus meningkatkan semangat belajar mahasiswa.