BERITA TERKINI
Keisya Levronka Ubah “Tak Pantas Terluka” Jadi Versi Pop-Rock di Album Kedua “rombak”

Keisya Levronka Ubah “Tak Pantas Terluka” Jadi Versi Pop-Rock di Album Kedua “rombak”

Keisya Levronka menghadirkan kejutan dalam album keduanya, rombak (2026), dengan merilis ulang salah satu lagu populernya, “Tak Pantas Terluka”. Lagu yang sebelumnya dikenal sebagai balada melankolis dari album Levronka (2023) itu kini hadir dalam versi baru berjudul “Tak Pantas Terluka (Lagi)” dengan aransemen pop-rock bergaya era 2000-an.

Perubahan tersebut membuat nuansa lagu bergeser dari sendu menjadi lebih bertenaga dan ekspresif. Keisya menyebut, ide untuk menggubah “Tak Pantas Terluka” dalam balutan pop-rock berawal dari kreasi warganet di media sosial, khususnya TikTok.

Dalam sesi listening party album rombak di kantor Universal Music Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026, Keisya menjelaskan bahwa ia sempat melihat versi rock dari lagu itu yang dibuat salah satu konten kreator. Temuan tersebut kemudian ia ingat kembali ketika memantapkan konsep album keduanya yang mengarah ke pop-rock.

“Waktu itu mungkin teman-teman sempat dengar juga di TikTok ada yang pernah bikin ‘Tak Pantas Terluka’ versi rock. Sebenarnya terinspirasi dari situ juga. Begitu aku memantapkan diri untuk ‘Oke, aku mau album kedua tema atau genrenya pop rock’, akhrinya aku recall memori bahwa pernah ada lagu ‘Tak Pantas Terluka’ versi rock. Akhirnya kita buatlah versi pop-rock,” kata Keisya.

Selain dipicu tren di media sosial, pilihan Keisya untuk mengeksplorasi pop-rock juga dipengaruhi referensi musik yang sedang ia dengarkan. Ia mengaku banyak mendengarkan Bring Me The Horizon, band asal Inggris yang menurutnya merepresentasikan energi dan karakter yang ia rasakan.

“Waktu itu aku lagi dengerin banget Bring Me The Horizon, aku lagi dengerin banget terus aku merasa itu jiwa aku,” ujarnya.

Keisya juga menuturkan adanya momen lain yang menguatkan keyakinannya. Ia menyebut pernah berkolaborasi secara spontan dengan band Vierratale dalam sebuah acara di Malang. Saat membawakan lagu Vierratale, ia merasa menemukan sisi dirinya yang selama ini dicari.

“Suatu waktu aku sempat collab sama Vierra, waktu itu di Malang, itu collab-nya dadakan banget. Begitu aku bawain lagu Vierra, aku pun langsung merasa kayak ‘ih kayaknya ini deh Keisya yang selama ini aku cari’,” tutur Keisya.

Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai ruang kebebasan berekspresi di atas panggung, termasuk bergerak lebih lepas dan menikmati permainan bersama band.

“Karena aku bisa lompat-lompat di panggung, aku bisa having fun, aku bisa kayak gila banget di panggung, aku bisa puterin rambut, dan apapun aku bisa lakuin sama band dalam lagu itu. Jiwa aku itu kayak ‘Ini nih gue nih’,” katanya.