BERITA TERKINI
Keisya Levronka Siap Rilis Album Kedua "rombak", Usung Pop-Rock Era 2000-an

Keisya Levronka Siap Rilis Album Kedua "rombak", Usung Pop-Rock Era 2000-an

Keisya Levronka bersiap merilis album keduanya bertajuk rombak pada 24 April 2026. Setelah dikenal luas lewat lagu “Tak Ingin Usai”, Keisya menyebut album terbaru ini sebagai langkah berbeda yang menandai eksplorasi musikalnya ke arah yang lebih bebas dan dewasa.

Dalam sesi listening party album rombak di kantor Universal Music Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026, Keisya menjelaskan alasan pemilihan judul album tersebut. Ia mengatakan, rombak menggambarkan dirinya yang tidak terikat dan ingin lebih leluasa bereksplorasi dibanding album pertamanya.

Keisya juga menegaskan perubahan yang dihadirkan bukan untuk membentuk sosok baru, melainkan menampilkan sisi lain dirinya yang selama ini belum banyak terlihat. Menurutnya, seiring waktu ia semakin mengenal dirinya dan mengetahui hal-hal yang ia sukai, lalu menuangkannya ke dalam album ini.

Berbeda dari album debut yang lekat dengan nuansa balada orkestral, rombak membawa warna pop-rock era 2000-an dengan konsep full band yang lebih energik. Keisya mengaku terinspirasi dari musisi dan band era tersebut, termasuk Avril Lavigne, serta referensi dari Indonesia seperti Geisha, Vierra (kini Vierratale), dan for Revenge.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Keisya menggandeng sejumlah produser dan penulis lagu, antara lain Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Paul Aro. Album ini berisi total delapan trek, terdiri dari enam lagu baru yang disebut Keisya sangat personal, serta dua lagu yang dikemas ulang.

Dua lagu yang dimaksud adalah “Tak Pantas Terluka” yang diaransemen ulang dengan nuansa pop-rock, serta “Tawamu” yang telah dirilis lebih dulu pada Februari 2026. Keisya menyampaikan, enam lagu barunya berangkat dari kisah dirinya maupun orang-orang di sekitarnya.

Secara narasi, album rombak disebut sebagai perjalanan utuh, dimulai dari trek “Lukis Hari Ini” dan ditutup dengan “Rayakanlah”. Keisya menggambarkan album ini memuat spektrum emosi yang luas, dari refleksi kehilangan hingga perayaan atas diri sendiri.

Menutup pernyataannya, Keisya berharap album keduanya dapat diterima pendengar meski menawarkan warna yang berbeda dari karya sebelumnya. Ia menyebut album ini dikerjakan dengan sepenuh hati bersama timnya.