PT Pertamina Patra Niaga menjadi sorotan setelah menggelar kegiatan bertajuk “Evaluasi Kinerja Agen 2025 se-Kalimantan” di Bali, di tengah situasi sebagian masyarakat di berbagai daerah yang masih menghadapi antrean panjang dan keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Kegiatan tersebut dinilai berseberangan dengan semangat efisiensi anggaran yang tengah digaungkan pemerintah pusat. Sejumlah pihak menilai agenda evaluasi itu memperlihatkan jarak antara kebijakan efisiensi dan pelaksanaannya di lapangan.
Berdasarkan data yang diperoleh redaksi, sebuah arena padel di kawasan Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, disebut dipesan penuh sejak pagi hingga sore untuk kegiatan yang berlangsung tertutup. Acara itu melibatkan pejabat internal perusahaan serta mitra kerja.
Sehari sebelumnya, puluhan agen dan mitra BBM dari wilayah Kalimantan diketahui telah tiba di Bali untuk menghadiri jamuan di kawasan Tibubeneng, Kuta Utara. Rangkaian kegiatan tersebut diduga difasilitasi penuh oleh perusahaan.
Sumber menyebutkan, undangan resmi menunjukkan agenda evaluasi kinerja. Namun, pelaksanaan di lapangan mengindikasikan adanya pergeseran substansi kegiatan ke arah aktivitas non-formal, seperti olahraga padel dan jamuan eksklusif.
Kehadiran Oos Kosasih dalam kegiatan itu disebut mempertegas bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari aktivitas resmi yang melibatkan struktur strategis perusahaan.
Rangkaian kegiatan di Bali ini menjadi kontras bila dibandingkan dengan kondisi di sejumlah daerah yang masih mengalami gangguan distribusi BBM. Dalam konteks itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya telah menginstruksikan efisiensi anggaran secara ketat kepada seluruh BUMN, termasuk pembatasan kegiatan non-esensial.
Kegiatan yang dikemas dalam format eksklusif tersebut memunculkan pertanyaan terkait prioritas dan sensitivitas perusahaan terhadap kondisi masyarakat. Sebagai subholding yang memegang peran penting dalam distribusi energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga dinilai tidak hanya diuji dari sisi kinerja operasional, tetapi juga komitmen terhadap tata kelola yang akuntabel dan empati terhadap kebutuhan publik.
Terkait kegiatan ini, redaksi telah meminta konfirmasi kepada sekretaris perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan bersama mitra yang pelaksanaannya dilakukan dengan berbagai pertimbangan, termasuk dalam hal efisiensi anggaran.