Acara Kanvas Budaya menghadirkan lelang yang melibatkan 25 rancangan dari para desainer, dengan seluruh hasil lelang didonasikan untuk pemberdayaan pendidikan. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pendirian sekolah baru Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung Muara Angke melalui Andien Aisyah Foundation.
Dalam kegiatan tersebut, pendiri Andien Aisyah Foundation, Andien Aisyah, turut hadir dan menyampaikan pidato pembuka. Ia menjelaskan latar belakang yang mendorongnya mendirikan yayasan, salah satunya karena kesenjangan ekonomi, pendidikan, dan sosial yang ia amati di Jakarta.
Andien menuturkan pengalamannya ketika berjalan di Kampung Pemulung dan melihat anak-anak yang seharusnya berada di sekolah justru menghabiskan waktu di luar kegiatan belajar. “Beberapa tahun lalu saya sempat berjalan di Kampung Pemulung, lalu saya mendapati di situ ada anak-anak yang sedang duduk-duduk yang seharusnya itu ada di waktu sekolah,” kata Andien.
Melalui donasi hasil lelang, ia berharap dana yang terkumpul dapat membantu menyediakan pendidikan yang dibutuhkan bagi anak-anak maupun orang dewasa yang putus sekolah, sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik. Partisipasi dalam lelang juga disebut menjadi cara bagi peserta untuk memperoleh karya desainer eksklusif sekaligus terlibat dalam gerakan pemberdayaan pendidikan.
Desainer Wilsen Willim, yang turut berpartisipasi dalam Kanvas Budaya, menyampaikan harapannya agar hasil lelang dari rancangannya dapat memberikan manfaat. Ia menilai industri luxury fashion tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki peran untuk memberdayakan lingkungan sekitar, termasuk melalui dukungan terhadap pendidikan.
“Kita itu kan seniman, dan fakta bahwa kita main luxury itu sangat menunjukkan bahwa kita passionate about what we do, dan kita berharap juga apa yang kita lakukan bisa ada dampak sosialnya di sekitar, including education specifically,” ujar Wilsen.
Wilsen menambahkan, luxury fashion dan pendidikan dapat berjalan berdampingan. “Karena kita itu butuh pendidikan yang tinggi untuk menciptakan karya yang luar biasa,” pungkasnya.

