Kaltim Halal Festival (Kalafest) 2026 ditetapkan sebagai bagian dari agenda Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kegiatan ini digelar di Halaman Islamic Center Samarinda pada 8 hingga 10 Mei 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan Kalafest merupakan salah satu upaya percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan melalui sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai lembaga terkait.
Menurut Jajang, Kalafest telah berlangsung sejak 2024 dan terus mengalami perkembangan setiap tahun. Pada 2026, tema yang diusung menekankan pentingnya akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui kolaborasi dan transformasi digital.
“Tema ini menegaskan urgensi sinergi antara pemangku kepentingan sekaligus mendorong transformasi digital sebagai enabler utama,” ujar Jajang.
Ia menjelaskan transformasi digital menjadi faktor penting untuk memperluas akses layanan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur. Karena itu, digitalisasi dinilai tidak dapat dipisahkan dari agenda pengembangan ekonomi syariah ke depan.
Kalafest 2026 menghadirkan sejumlah program, antara lain Syariah Forum, Flexi Seminar, Syariah Expo, Syariah Competition, Tablig Akbar, serta business matching pembiayaan syariah. Rangkaian agenda berlangsung di dua lokasi, yakni Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pondok pesantren, pelaku usaha syariah, serta masyarakat umum. Jajang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Kalafest 2026 pada Jumat, 8 Mei 2026.