Kabosu, anjing Shiba Inu asal Jepang, menjadi ikon internet global setelah fotonya viral dan melahirkan meme “Doge”. Popularitas gambar tersebut kemudian menginspirasi terciptanya Dogecoin (DOGE), aset kripto yang awalnya dibuat sebagai lelucon namun berkembang menjadi fenomena finansial berskala global. Perjalanan Kabosu memperlihatkan bagaimana budaya internet dapat beririsan dengan teknologi dan pasar aset digital.
Kabosu lahir pada 2005 dan diadopsi oleh seorang guru taman kanak-kanak bernama Atsuko Sato dari penampungan hewan. Namanya diambil dari buah jeruk Jepang, kabosu. Pada 2010, Sato mengunggah foto Kabosu dengan ekspresi polos dan kaki bersilang ke blog pribadinya. Gambar itu kemudian menyebar luas melalui forum-forum internet seperti Reddit, Tumblr, dan 4chan, serta makin populer berkat gaya teks khas meme Doge yang patah-patah, seperti “so wow” dan “very cute”.
Popularitas Kabosu bertahan selama bertahun-tahun hingga ia meninggal pada Mei 2024 dalam usia 18 tahun. Kepergiannya memunculkan kembali perhatian terhadap warisan Kabosu, bukan hanya dalam budaya digital, tetapi juga dalam perkembangan meme coin di dunia kripto.
Meme Doge menjadi inspirasi bagi dua insinyur perangkat lunak, Billy Markus dan Jackson Palmer, yang meluncurkan Dogecoin pada Desember 2013. Dogecoin pada awalnya dimaksudkan sebagai sindiran terhadap hype kripto saat itu. Namun, seiring waktu, komunitas pengguna yang solid dan kekuatan ikon Doge membuatnya tumbuh melampaui tujuan awalnya.
Sejumlah peristiwa turut menandai perjalanan Dogecoin. Pada 2014, komunitas Dogecoin menggalang dana untuk membantu tim bobsleigh Jamaika agar dapat tampil di Olimpiade Musim Dingin. Pada tahun yang sama, komunitas juga mendanai pembalap NASCAR Josh Wise, dengan mobil yang dihiasi logo Kabosu. Pada 2021, kapitalisasi pasar Dogecoin sempat menembus lebih dari 80 miliar dolar AS, didorong sentimen media sosial dan dukungan tokoh publik seperti Elon Musk.
Di balik pergerakan Dogecoin, komunitas memegang peran kunci. Para pengguna Dogecoin yang kerap menyebut diri mereka “Shibes” dikenal aktif dalam kegiatan sosial, penggalangan dana, dan kampanye amal. Dinamika komunitas inilah yang ikut menjaga Dogecoin tetap relevan meski berangkat dari sebuah lelucon internet.
Fenomena Dogecoin kemudian diikuti lahirnya berbagai meme coin lain, di antaranya Shiba Inu (SHIB), Floki Inu (FLOKI), dan Pepe Coin (PEPE). Sebagian di antaranya mampu membangun komunitas besar, sementara banyak yang hanya bertahan singkat. Perkembangan ini menggarisbawahi bahwa daya tarik meme coin tidak semata ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kekuatan komunitas dan resonansi budaya pop.
Data perbandingan menunjukkan Dogecoin diluncurkan pada 2013 dengan inspirasi Kabosu Shiba Inu dan mencatat kapitalisasi pasar tertinggi di atas 80 miliar dolar AS pada 2021. Shiba Inu yang meluncur pada 2020 dan terinspirasi Dogecoin pernah mencapai kapitalisasi pasar lebih dari 40 miliar dolar AS pada 2021. Floki Inu yang diluncurkan pada 2021, terinspirasi dari nama anjing Elon Musk, sempat menembus lebih dari 3 miliar dolar AS pada 2021. Sementara Pepe Coin yang meluncur pada 2023 dengan inspirasi meme Pepe the Frog pernah melampaui 1 miliar dolar AS pada 2023.
Popularitas Dogecoin dan meme coin lain juga berdampak pada pasar kripto secara luas. Dogecoin kerap menjadi pintu masuk bagi pemula untuk mengenal aset digital. Namun, tren yang sangat dipengaruhi dinamika internet membuat pergerakan harganya rentan volatil dan bisa berubah drastis. Di sisi lain, ledakan popularitas meme coin memicu pertumbuhan ekosistem dengan kemunculan ribuan token baru, meski banyak di antaranya bersifat spekulatif. Perhatian regulator pun ikut meningkat seiring kebutuhan perlindungan investor.
Warisan Kabosu dinilai melampaui sekadar meme. Kisahnya menjadi simbol bagaimana humor sederhana di internet dapat mendorong kolaborasi komunitas dan memengaruhi dunia nyata, termasuk dunia finansial. Kabosu juga disebut mendapat penghormatan berupa patung di Jepang.
Bagi investor, fenomena ini menghadirkan dua pelajaran utama: meme coin dapat menjadi pintu awal untuk memahami aset digital, tetapi tetap menuntut riset mendalam karena risikonya tinggi dan pergerakan harga sering dipengaruhi tren. Di Indonesia, Dogecoin disebut termasuk aset kripto yang diperdagangkan secara legal di bawah pengawasan OJK dan Bappebti.
Kabosu telah tiada, tetapi jejaknya masih terasa dalam budaya internet dan industri kripto. Perjalanan dari satu foto viral hingga melahirkan aset kripto bernilai besar memperlihatkan bagaimana komunitas dan budaya digital dapat mengubah lelucon menjadi fenomena finansial global.

