Julukan “Planet Bekasi” kerap muncul di media sosial, mulai dari meme, lelucon, hingga obrolan sehari-hari. Sebutan ini bukan merujuk pada istilah resmi, melainkan candaan yang berkembang di internet dan kemudian melekat sebagai bagian dari budaya pop.
Salah satu alasan yang sering disebut adalah anggapan bahwa Bekasi “jauh”. Bagi sebagian warga Jakarta dan kota-kota sekitar, perjalanan menuju Bekasi kerap terasa panjang, terutama karena kemacetan. Pada masa ketika akses transportasi belum semudah sekarang, kesan tersebut ikut menguat dan melahirkan humor bahwa pergi ke Bekasi seperti melakukan perjalanan “antarplanet”.
Selain soal jarak, Bekasi juga sering diasosiasikan dengan cuaca yang lebih panas dibanding wilayah lain. Pada siang hari, terutama saat musim kemarau, suhu yang terasa menyengat kerap menjadi bahan candaan seolah-olah Bekasi berada di planet yang lebih dekat dengan matahari. Namun, ini lebih merupakan persepsi yang terlanjur populer, karena secara geografis suhu Bekasi disebut tidak berbeda jauh dari wilayah lain di Jabodetabek.
Faktor lain yang membuat julukan tersebut bertahan adalah anggapan bahwa gaya hidup di Bekasi “berbeda sendiri”. Bekasi yang berkembang pesat memiliki kawasan industri yang luas, pertumbuhan perumahan modern, serta budaya lokal yang khas. Perbedaan ini, terutama bagi orang yang jarang berkunjung, kadang memunculkan kesan bahwa Bekasi seperti “dunia lain” dibanding Jakarta.
Di atas semua itu, peran meme dan lelucon internet menjadi penguat utama. Kreativitas warganet membuat Bekasi kerap digambarkan layaknya planet lain, lengkap dengan ilustrasi satelit dan nuansa luar angkasa. Meski berangkat dari candaan, penyebaran konten semacam ini membuat julukan “Planet Bekasi” semakin viral dan ikut mengangkat nama Bekasi dalam percakapan publik.

