Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang melakukan pengecekan jam di sejumlah masjid dan studio radio menjelang Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketepatan waktu demi menjaga keabsahan jadwal imsakiyah serta penentuan waktu salat Magrib sebagai penanda berbuka puasa.
Pengecekan dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam PNS Fahrur Rohman bersama staf Sutrisna. Mereka mencocokkan jam yang digunakan di masjid dan studio radio dengan waktu pada GPS.
Fahrur menjelaskan, masjid dan studio radio dipilih karena menjadi rujukan awal masyarakat dalam mendapatkan penanda waktu imsak maupun Magrib. “Masjid dan studio radio Rembang adalah yang memberi tanda pertama kali waktu magrib dan imsak/subuh. Oleh karena itu, waktu harus tepat,” kata Fahrur di Rembang, Jumat (9/4/2021).
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Agung Rembang. Di tempat tersebut ditemukan selisih waktu lima detik. Menurut Fahrur, selisih itu masih dalam batas hitungan detik sehingga dinilai tidak menjadi masalah.
Setelah dari masjid, petugas melanjutkan pengecekan ke sejumlah studio radio. Di studio R2B, waktu yang digunakan juga hanya terpaut beberapa detik dari GPS. “Hanya terpaut beberapa detik dan tidak masalah, sudah disesuaikan,” ujar penyiar radio Yuli Hendriyani.
Namun, di studio radio lainnya ditemukan selisih hingga hitungan menit. Fahrur meminta petugas radio untuk menyesuaikan jam sesuai dengan waktu GPS.
Fahrur juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang meminta jadwal imsakiyah kepada Kemenag Rembang, tetapi tidak mencocokkan jam di rumah. Ia menyampaikan, masyarakat dapat menyelaraskan jam masing-masing dengan bantuan aplikasi GPS di Android.
“Masyarakat atau takmir masjid/musala bisa mencocokkan jam dengan bantuan aplikasi GPS atau melihat waktu di TVRI,” jelasnya.
Sebelumnya, Kemenag Kabupaten Rembang telah menerbitkan jadwal imsakiyah yang disebarkan kepada masyarakat melalui grup WhatsApp dan media sosial.