Jazz Gunung Indonesia mengumumkan jajaran lengkap musisi yang akan tampil dalam Jazz Gunung Series 2026. Memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan, rangkaian festival ini kembali menggabungkan musik jazz dengan lanskap alam pegunungan serta kekayaan budaya Indonesia.
Jazz Gunung Series 2026 akan digelar melalui dua rangkaian festival di kawasan pegunungan ikonik Indonesia, yakni Jazz Gunung Slamet dan Jazz Gunung Bromo. Sebelumnya, sebagian nama musisi telah diumumkan pada Maret 2026, sebelum akhirnya panitia merilis daftar penampil secara penuh.
Untuk Jazz Gunung Slamet, deretan musisi yang dijadwalkan tampil adalah Amelia Ong, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, Mocca, dan NonaRia.
Sementara pada Jazz Gunung Bromo, penampil yang akan hadir antara lain Ali, Bilal Indrajaya, Bromo Jazz Camp, Indra Lesmana LLW feat. Eva Celia & Teza Sumendra, Isyana Sarasvati, Kevin Yosua Big 6 feat. Nesia Ardi, Littlefingers, Ring of Fire feat. Simone Prattico (Italia) & Sri Hanuraga, Plutato feat. Cait Lin (Taiwan), Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga & Kevin Yosua, serta Watchdog (Prancis).
CEO Jazz Gunung Indonesia sekaligus Ketua Harian Forum Jazz Indonesia, Bagas Indyatmono, menyebut susunan penampil tahun ini merupakan hasil kurasi yang matang. Menurutnya, industri musik jazz saat ini diwarnai banyak musisi muda berpotensi sehingga regenerasi dinilai perlu mendapat ruang.
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua Badan Pengawas Forum Jazz Indonesia, Chico Hindarto. Ia menilai musisi jazz saat ini terus bertumbuh dan perlu difasilitasi agar referensi musik jazz lokal semakin bertambah.
Chico juga menekankan bahwa dalam ekosistem jazz terdapat empat penopang penting yang saling terkait, yakni penonton, penampil, penyelenggara acara, dan media.