Dalam beberapa tahun terakhir, definisi ketenaran pop dinilai kian tidak sederhana. Jika dulu sebuah single hit bisa menjadi penentu utama, kini status bintang sering terbentuk lewat capaian bertahap: penghargaan pendatang baru, kesempatan tampil sebagai artis pendukung tur besar, jumlah pendengar streaming yang stabil, hingga posisi album di tangga lagu.
Gambaran itu tercermin pada perjalanan Holly Humberstone, musisi asal Lincolnshire. Meski belum pernah benar-benar mengganggu tangga lagu single, Humberstone telah membangun pijakan kuat di ranah pop. Ia mengantongi sejumlah penanda popularitas modern, termasuk jutaan pendengar bulanan di Spotify, serta keterlibatannya sebagai artis pendukung dalam tur Taylor Swift.
Secara musikal, Humberstone kerap mengandalkan lirik yang panjang dan sungguh-sungguh, disampaikan dengan vokal intim yang mendekati bisikan. Formulanya berpijak pada synth-pop bernuansa 80-an dengan banyak hook, sebuah pendekatan yang mengingatkan pada gaya penulisan pop personal ala Swift.
Di album keduanya, Cruel World, Humberstone menggeser warna yang sebelumnya lebih muram. Jika debutnya, My Bedroom Is Black, lekat dengan melankolis gotik, karya terbaru ini justru dipenuhi euforia dan energi yang lebih terang.
Sejumlah lagu menonjolkan arah baru itu. “To Love Somebody” menghadirkan lagu perpisahan bernuansa cerah dengan bagian pre-chorus yang terasa dirancang untuk dinyanyikan bersama di ruang besar. Sementara “White Noise” menampilkan daya tarik yang mudah melekat, memadukan disko nostalgia dan nuansa yang mengingatkan pada era keemasan Kylie Minogue.
Meski ada beberapa baris lirik yang terdengar canggung—seperti penggalan di “Drunk Dialing”—produksi album ini secara umum digambarkan rapi, berpengetahuan, dan tetap terasa segar. Bagian penutup “Make It All Better” juga disebut menampilkan energi pop yang sangat optimistis.
Dengan produksi yang solid dan perhatian yang konsisten pada melodi yang mudah disukai pendengar, Cruel World memperlihatkan upaya Humberstone memperluas daya jangkaunya. Album ini menguatkan posisinya sebagai figur pop yang dibentuk oleh dinamika industri masa kini—sekaligus membuka peluang untuk bertahan lama, baik dalam pengertian “bintang pop” versi lama maupun yang baru.