Rias wajah atau make up menjadi kebiasaan yang umum dilakukan perempuan. Namun, bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi hobi yang menghasilkan pemasukan.
Hal itu dijalani Tasya Dwi Citra Aulia, siswi kelas XI madrasah aliyah (MA) asal Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Tuban. Dari kegemarannya merias diri, ia menjalankan usaha sampingan dengan menawarkan jasa rias.
Citra—sapaan akrabnya—mengatakan, ia biasanya memanfaatkan momen tertentu untuk menawarkan jasa tersebut. “Biasanya, saya memanfaatkan kesempatan wisuda untuk menawarkan jasa. Selain itu, juga year book atau momen pembuatan buku tahunan siswa,” ujarnya.
Menurut Citra, ketertarikannya pada make up sudah muncul sejak masih duduk di bangku SMP. Meski tidak pernah mengikuti kursus rias, ia mengaku banyak orang menilai dirinya memiliki kemampuan merias.
“Jadi, orang lain yang menilai. Dari situ, akhirnya saya mulai percaya ketika diminta bantuan untuk merias,” katanya. Permintaan bantuan itu kemudian berlanjut hingga sekarang.
Bagi Citra, make up bukan sekadar untuk tampil cantik di hadapan banyak orang. Ia memandangnya sebagai ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus cara untuk meningkatkan rasa percaya diri. “Make up bagi saya juga sebuah cara untuk bisa lebih percaya diri,” tandasnya.

