BERITA TERKINI
HNNOH Lab Balaan Tumaan Ajak Seniman Mengkaji Keterkaitan Musik, Ekologi, dan Realitas Sosial

HNNOH Lab Balaan Tumaan Ajak Seniman Mengkaji Keterkaitan Musik, Ekologi, dan Realitas Sosial

Pontianak—Komunitas seni Balaan Tumaan kembali menggelar program laboratorium kreatif bertajuk HNNOH Lab. Program ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan seniman, khususnya pembuat instrumen dan musisi, untuk membahas keterkaitan musik dengan realitas sosial, kondisi lingkungan, hingga dinamika politik.

Dalam pelaksanaannya, Balaan Tumaan berkolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN), sebuah inisiatif strategis pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menjaring dan mengembangkan talenta muda di bidang seni, terutama yang berasal dari Kalimantan Barat.

Perwakilan Balaan Tumaan, Nursalim Yadi Anugrah, menjelaskan bahwa pendekatan HNNOH Lab menempatkan musik bukan semata karya artistik, melainkan bagian dari sistem sosial yang saling terhubung.

“Instrumen musik tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan masyarakat, lingkungan, bahkan kebijakan. Alat musik tradisional, misalnya, sangat bergantung pada material dari alam. Ketika terjadi perubahan lingkungan seperti perambahan hutan, itu berdampak langsung pada keberlangsungan alat musik dan praktik budayanya,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).

Menurut Yadi, cara pandang tersebut mendorong peserta untuk berpikir lebih kritis dalam melihat hubungan antara seni, ekologi, serta kondisi sosial-politik. Karena itu, HNNOH Lab diarahkan menjadi ruang diskusi sekaligus tempat lahirnya gagasan kreatif.

Ia juga menyebut kerja sama ini membuka kesempatan lebih luas bagi seniman muda, tidak hanya dalam peningkatan kapasitas, tetapi juga akses ke jejaring nasional dan internasional, seperti program residensi, festival seni, hingga dukungan pendanaan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan karya dari lab tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi dapat terhubung ke panggung yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

Ke depan, Balaan Tumaan berencana memperluas jangkauan HNNOH Lab dengan melibatkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Jika saat ini fokus masih pada talenta lokal di Pontianak, tahap berikutnya akan diarahkan pada penciptaan karya kolaboratif lintas wilayah.

Yadi menilai Pontianak memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem seni. Kedekatan geografis dengan Malaysia disebut sebagai peluang untuk memperkuat pertukaran budaya dan jejaring internasional.

“Pontianak itu spesial. Kita punya akses geografis dan digital yang memungkinkan seniman terhubung dengan dunia luar. Tinggal bagaimana strategi itu dimanfaatkan secara tepat,” katanya.