BERITA TERKINI
HMPS HPI IAIN Parepare Gelar Pelatihan, Dosen Beberkan Strategi Menembus Rubrik Opini Media Massa

HMPS HPI IAIN Parepare Gelar Pelatihan, Dosen Beberkan Strategi Menembus Rubrik Opini Media Massa

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Pidana Islam (HPI) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Pelatihan Penulisan dan Publikasi Karya Tulis Ilmiah (P3KTI) di Ruang Kelas 101 Fakshi, IAIN Parepare, Sabtu (4/5/2024).

Kegiatan bertema “Dengan Membaca Kita Mengenal Dunia, dengan Menulis Kita Dikenal Dunia” itu dibuka oleh Dekan Fakshi, Dr. Rahmawati, M.Ag. Sejumlah perwakilan organisasi kemahasiswaan turut hadir, di antaranya Ketua SEMA F Asyraf Assegaf, Ketua DEMA F Khairuddin, Ketua HMPS HPI M. Yushlih beserta jajaran, tamu undangan dari lingkup HMPS se-Fakshi, serta peserta kegiatan.

Pelatihan menghadirkan Alfiansyah Anwar, dosen HPI IAIN Parepare sekaligus Direktur Media Online Pijarnews.com, sebagai pemateri utama. Selain itu, Suci Purnamasari, mahasiswa HPI, didaulat menjadi pemateri khusus karya jurnal.

Dalam materinya yang bertajuk “Ayo Bisa, Tembus Media Massa Semudah Menulis”, Alfiansyah—yang akrab disapa Alfian—membahas teknik penulisan karya ilmiah berupa opini dan esai. Ia juga memaparkan langkah-langkah agar tulisan opini dapat menembus meja redaksi media massa.

Menurut Alfian, penulis perlu memperhatikan beberapa hal mendasar, mulai dari pemilihan judul hingga ketelitian naskah. “Buatlah judul menarik, isunya yang lagi hangat diperbincangkan dan cara penulisannya berbobot serta minimalisir kesalahan ketik. Yang paling penting berupaya berkomunikasi dan bersahabat dengan redaktur opini,” ujarnya.

Alfian yang disebut sebagai mantan wartawan Harian Fajar itu juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan penulisan opini. Setelah penyampaian teori, peserta diminta menulis naskah, lalu sebagian di antaranya diedit secara acak agar layak terbit.

Ia menilai kemampuan menulis sebenarnya dimiliki banyak orang, termasuk pemula, namun kerap terhambat pada kemauan untuk memulai dan konsistensi mengasah keterampilan. Alfian mencontohkan kebiasaan berkomunikasi melalui pesan tertulis di berbagai platform digital sebagai modal yang dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah.

Di akhir sesi, Alfian menekankan etika pengiriman artikel opini ke media massa, baik cetak maupun daring. Ia mengingatkan peserta agar tidak mengirim naskah yang sama ke beberapa media sekaligus. “Hindari mengirimkan artikel yang sama ke sejumlah media massa sekaligus. Sebab itu adalah perbuatan yang tak beretika,” katanya. Ia menambahkan, tindakan tersebut berisiko membuat penulis masuk daftar hitam pengelola media sehingga karya berikutnya sulit diterbitkan.

Sementara itu, Dekan Fakshi Rahmawati menyampaikan pelatihan ini penting untuk mengembangkan keterampilan menulis mahasiswa. Ia menilai keluaran kegiatan dapat ikut memperkenalkan kampus melalui karya tulis mahasiswa. Rahmawati juga berpesan agar peserta terus menulis secara konsisten, meski hanya satu halaman per hari.

Ketua HMPS HPI, M. Yushlih Dg. Sitonra, mengatakan pelatihan ini digelar karena melihat potensi mahasiswa dalam penulisan cukup besar, namun masih banyak yang bingung memulai. Karena itu, HMPS membuka ruang belajar bagi mahasiswa yang berminat menulis karya ilmiah.

Yushlih berharap, setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang mendukung akreditasi Prodi HPI sekaligus memperkenalkan kampus melalui publikasi karya ilmiah.