BERITA TERKINI
Gubernur Gusnar Minta Kader HMI Kawal Perluasan Bandara, Pembangunan Masjid Raya, dan Alih Status IAIN Jadi UIN

Gubernur Gusnar Minta Kader HMI Kawal Perluasan Bandara, Pembangunan Masjid Raya, dan Alih Status IAIN Jadi UIN

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ikut mengawal tiga agenda strategis Pemerintah Provinsi Gorontalo, yakni perluasan Bandara Djalaluddin Tantu untuk embarkasi haji penuh, pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre, serta peningkatan status IAIN Sultan Amai menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo.

Permintaan itu disampaikan Gusnar saat menghadiri acara Halal Bihalal KAHMI/HMI–FORHATI/KOHATI yang turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (8/4/2026). Menurut Gusnar, dukungan kader HMI diperlukan untuk mendorong percepatan realisasi program yang dinilainya berkaitan dengan penguatan peradaban Islam di daerah.

Terkait agenda pertama, Gusnar menjelaskan upaya menjadikan Bandara Djalaluddin sebagai embarkasi haji penuh saat ini berjalan melalui pembangunan apron untuk pesawat berbadan lebar. Sementara itu, pengembangan runway ditargetkan pada 2027. Ia menyebut, jika infrastruktur tersebut rampung, penerbangan umrah langsung dari Gorontalo ke Tanah Suci dapat direalisasikan.

“Embarkasi haji saat ini tengah dibangun apron pesawat berbadan lebar. Sekarang apronnya, runwaynya nanti tahun 2027. Kalau konstruksi jadi, kita punya rencana umroh bisa terbang langsung dari Gorontalo ke Tanah Suci. Peserta umroh Gorontalo setiap tahun ada 3.000 sampai 4.000 orang,” kata Gusnar.

Di bidang pendidikan, Gusnar menyampaikan usulan peningkatan status IAIN Sultan Amai menjadi UIN saat ini telah berada di Sekretariat Negara. Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk kader HMI, dapat mempercepat proses tersebut.

Adapun agenda pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre, Gusnar menilai keberadaan masjid raya penting bagi Gorontalo yang sejak lama mengklaim sebagai “Serambi Madinah”. “Kalau di Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah, maka Gorontalo sudah lama mengklaim sebagai Serambi Madinah. Bedanya di Aceh ada masjid raya, kita di Gorontalo yang belum ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gusnar juga memanfaatkan kehadiran Viva Yoga Mauladi—yang juga mantan Ketua PB HMI periode 1995–1997—untuk menggalang dukungan donasi pembangunan masjid. Panitia menampilkan video desain masjid serta kode batang atau QRIS donasi kepada para undangan.