BERITA TERKINI
Gaya Hidup Modern Dorong Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Resmikan Wellness Center

Gaya Hidup Modern Dorong Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Resmikan Wellness Center

JAKARTA — Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 60% masyarakat Indonesia belum pernah memeriksa kadar gula darah dan kolesterol, sementara sebagian besar baru melakukan pemeriksaan kesehatan ketika sudah merasa sakit.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup masyarakat modern turut meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas. Pola makan yang tidak seimbang, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan makan yang tidak teratur, serta tingkat stres yang tinggi disebut menjadi faktor yang mendorong peningkatan gangguan metabolik, terutama pada masyarakat perkotaan.

Merespons kebutuhan tersebut, Primaya Hospital Bekasi Barat meluncurkan Wellness Center, layanan kesehatan yang menitikberatkan pada pendekatan preventif melalui skrining kesehatan, manajemen gaya hidup, serta pemantauan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila Winarto, MKK., MHPM, mengatakan kehadiran Wellness Center merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk mendukung upaya pencegahan penyakit di masyarakat. Ia menilai kebiasaan memeriksakan kesehatan baru saat ada keluhan membuat banyak penyakit kronis terlambat terdeteksi.

“Selama ini, banyak orang hanya memeriksa kesehatan saat sudah ada keluhan. Padahal, berbagai penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah atau ditangani lebih awal jika rutin melakukan skrining kesehatan dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat,” ujar dr. Yoana.

Wellness Center menyediakan layanan yang dirancang untuk membantu masyarakat memantau dan menjaga kesehatan secara lebih proaktif. Layanannya mencakup medical check-up komprehensif, skrining kesehatan, konsultasi nutrisi, program pengelolaan berat badan, hingga perencanaan program kesehatan personal sesuai kebutuhan individu.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Davie Muhamad, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik, menyampaikan bahwa gaya hidup modern menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus obesitas dan gangguan metabolik. Menurutnya, pola makan tidak sehat, rendah aktivitas fisik, serta kebiasaan makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga melalui pengelolaan gaya hidup. Ia juga menyoroti peran pengaturan waktu makan atau chrono-nutrition, yakni konsep yang menyesuaikan pola makan dengan ritme biologis tubuh, dalam menjaga keseimbangan metabolik.

Sementara itu, dr. Ribka Tobing, Sp.Ak, dokter spesialis akupunktur, menambahkan bahwa berbagai penyakit kronis kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif akibat gaya hidup yang tidak sehat.

Melalui pendekatan yang lebih holistik, setiap peserta layanan Wellness Center akan mendapatkan evaluasi kesehatan menyeluruh serta rekomendasi program kesehatan yang dipersonalisasi. “Kami berharap Wellness Center dapat menjadi mitra masyarakat untuk menjaga kesehatan secara lebih proaktif. Dengan deteksi dini dan pengelolaan gaya hidup yang tepat, banyak penyakit kronis dapat dicegah sehingga kualitas hidup masyarakat tetap terjaga,” kata dr. Yoana.