BERITA TERKINI
FSPMI DKI Jakarta Gelar Konsolidasi Jelang Aksi 16 April dan May Day 2026

FSPMI DKI Jakarta Gelar Konsolidasi Jelang Aksi 16 April dan May Day 2026

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) wilayah DKI Jakarta menggelar konsolidasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda perjuangan buruh ke depan. Pertemuan ini menjadi upaya menyatukan langkah dan strategi organisasi di tengah situasi ketenagakerjaan yang dinilai semakin kompleks.

Konsolidasi tersebut difokuskan pada persiapan aksi serentak yang direncanakan berlangsung pada 16 April 2026, serta peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota dari berbagai sektor yang tergabung dalam FSPMI di wilayah DKI Jakarta, Bogor, dan Depok.

Ketua DPW FSPMI, Winarso, dalam sambutannya menyampaikan penilaian bahwa kondisi dunia perburuhan saat ini “tidak baik-baik saja”. Ia menyoroti adanya kebijakan dan dinamika yang berpotensi memunculkan benturan antara kepentingan buruh dan arah kebijakan negara.

Winarso juga menekankan pentingnya gerakan buruh yang solid dan terorganisir untuk menghadapi tantangan tersebut. Ia turut menyinggung bahwa kepemimpinan nasional yang berlatar belakang militer menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan buruh dalam memperjuangkan hak-haknya.

Dalam forum itu, Winarso meminta pandangan dan arahan dari Ketua Majelis Nasional, Said Iqbal, terkait arah perjuangan buruh ke depan. Permintaan ini disampaikan agar langkah organisasi tetap berada dalam koridor strategi yang jelas dan terarah.

Menanggapi hal tersebut, disampaikan bahwa perjuangan buruh perlu terus bergerak secara konsisten dan terstruktur, dengan pengorganisasian yang dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor ketenagakerjaan.

Konsolidasi juga digunakan untuk menyamakan persepsi dari tingkat wilayah hingga basis, dengan tujuan mencegah perbedaan langkah dalam menjalankan agenda perjuangan. Sejumlah isu strategis yang akan diangkat dalam aksi turut mulai dirumuskan, mencakup perlindungan tenaga kerja, kesejahteraan buruh, serta kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada pekerja.

Sebagai langkah awal, FSPMI merencanakan aksi serentak pada 16 April 2026 di berbagai daerah di Indonesia. Aksi ini disebut sebagai pemanasan sekaligus konsolidasi kekuatan sebelum pelaksanaan agenda yang lebih besar pada May Day 2026.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, aksi 16 April 2026 akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI. Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol penyampaian aspirasi buruh kepada para pembuat kebijakan.

Peserta konsolidasi menyatakan kesiapan untuk turun langsung dalam aksi. May Day 2026 juga diproyeksikan menjadi aksi besar yang melibatkan lebih banyak massa buruh dari berbagai sektor, dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari untuk memperkuat dampak gerakan.

Melalui konsolidasi ini, FSPMI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak dan kepentingan buruh. Soliditas organisasi disebut menjadi kunci dalam menghadapi dinamika perjuangan yang dinilai semakin menantang ke depan.