JAKARTA — Kegiatan Freshman Fair 2026 di salah satu kampus di Jakarta tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di bawah koordinasi Project Officer Eric Sudrajat, agenda tahunan bagi mahasiswa baru itu disulap menjadi pertunjukan musik yang menonjolkan ekspresi dan dinamika panggung.
Tidak lagi berfokus pada seremoni penyambutan, Freshman Fair kali ini mengusung konsep panggung musik. Sebanyak delapan band dari berbagai jurusan ikut tampil, ditambah satu band utama dari komunitas musik teknik. Beragam genre, dari pop hingga rock, mengisi rangkaian acara.
Eric mengatakan konsep tersebut dirancang untuk memberi ruang bagi musisi kampus menampilkan karya sekaligus identitas mereka. “Kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan oleh seluruh peserta,” ujarnya di sela acara di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Eric, panggung musik dapat menjadi sarana bagi musisi muda untuk berkembang, baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembentukan karakter dan kepercayaan diri. “Panggung seperti ini bukan hanya soal tampil, tetapi juga proses belajar membangun karakter dan rasa percaya diri,” katanya.
Selain pertunjukan, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk membangun eksistensi di era digital. Eric menilai musisi saat ini dituntut konsisten berkarya serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui berbagai platform. “Di era digital, eksistensi itu penting. Musisi kampus harus berani menunjukkan karya mereka ke publik yang lebih luas,” ujarnya.
Respons positif datang dari peserta. Raka (18), salah satu mahasiswa baru, menilai konsep tersebut memberi pengalaman yang berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. “Biasanya hanya pengenalan kampus, sekarang jadi lebih hidup dan berkesan,” katanya.
Penyelenggara berharap konsep ini dapat menjadi wadah berkelanjutan untuk mendukung ekosistem musik di lingkungan kampus, sekaligus mendorong lahirnya talenta baru di industri kreatif.