PALEMBANG — Organisasi perempuan dan komunitas di Palembang yang tergabung dalam Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumsel mengikuti pelatihan digital marketing untuk meningkatkan pemasaran produk. Kegiatan ini digelar di Hotel The Zuri Palembang, Kamis (7/5/2026).
Pelatihan tersebut diinisiasi Yayasan Mitra Hijau (YMH) sebagai bagian dari program penguatan kapasitas perempuan dalam agenda Just Energy Transition (JET) di Sumatera Selatan. Program ini dilaksanakan YMH melalui Proyek IKI–JET (Innovation Regions for a Just Energy Transition) dengan dukungan Pemerintah Jerman.
Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar digital marketing, pengelolaan media sosial dan marketplace, teknik copywriting sederhana, strategi pemasaran berbiaya rendah, serta praktik pembuatan konten kreatif menggunakan telepon pintar. Kegiatan menghadirkan narasumber Advisor Yayasan Mitra Hijau Prof Ir Erna Yuliwati, MT, Ph.D, IPU, ASEAN-Eng dan Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Hijau Doddy S Sukadri.
Field Coordinator Yayasan Mitra Hijau wilayah Sumatera Selatan, Ressy Tri Mulyani, SH, MH, mengatakan penguatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi menjadi bagian penting dalam mendukung proses transisi energi yang berkeadilan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas, sehingga pelatihan ini diarahkan agar perempuan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga mampu beradaptasi dan mandiri secara ekonomi di era digital.
Pelatihan digital marketing ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pengemasan dan desain label kemasan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ressy menjelaskan, jika pada sesi sebelumnya peserta dibekali kemampuan memperkuat identitas dan tampilan produk, maka pelatihan kali ini menekankan pemahaman strategi promosi digital melalui praktik langsung pembuatan konten pemasaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik kelompok membuat foto dan video produk untuk kebutuhan media sosial dan marketplace. Dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti smartphone, peserta belajar menyusun konsep konten, mengambil gambar produk, menulis deskripsi yang menarik, hingga memahami pola publikasi konten yang efektif di platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan marketplace.
Ressy menyebut pendekatan praktik langsung dilakukan agar peserta mampu menerapkan strategi pemasaran digital secara mandiri untuk mengembangkan usaha. Selain meningkatkan keterampilan promosi, pelatihan diharapkan membantu UMKM perempuan memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat keberlanjutan ekonomi komunitas perempuan di tengah perubahan sosial dan ekonomi akibat transisi energi.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bappeda Sumsel Dian Septialisa, S.Pi, menuturkan transformasi ekonomi dan transisi energi berkeadilan merupakan isu strategis regional yang telah menjadi perhatian dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Ia menilai proses transisi energi tidak dapat dihindari dan berpotensi membawa dampak positif maupun negatif, terutama bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor energi fosil.
Dian menilai kegiatan penguatan kapasitas, seperti pelatihan digital marketing bagi perempuan pelaku UMKM, menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin muncul akibat transformasi ekonomi dan transisi energi. Melalui peningkatan keterampilan pemasaran digital, perempuan didorong memiliki kemampuan adaptif, memperluas peluang usaha, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga maupun komunitas.
Ia menambahkan, Bappeda Sumsel mengapresiasi pendekatan Yayasan Mitra Hijau melalui Proyek IKI–JET yang tidak hanya menempatkan isu transisi energi dalam konteks perubahan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan keadilan bagi kelompok rentan, termasuk perempuan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat Just Energy Transition, yakni memastikan transformasi menuju ekonomi hijau berlangsung secara inklusif dan adil serta mampu menciptakan peluang baru bagi masyarakat.