BERITA TERKINI
Film Pendek "Two Language and A Sausage" Tampilkan Ruang Aman Dua Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual

Film Pendek "Two Language and A Sausage" Tampilkan Ruang Aman Dua Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual

Film pendek Two Language and A Sausage karya Melarissa Sjarief menghadirkan potret dua perempuan penyintas kekerasan seksual yang sama-sama berupaya pulih, di tengah lingkungan yang kerap tidak menyediakan ruang aman bagi perempuan.

Dalam narasi yang menyoroti pengalaman perempuan di masyarakat patriarki, film ini menggambarkan bagaimana rasa takut dan kewaspadaan dapat terus menghantui, termasuk terhadap sentuhan tanpa persetujuan. Di saat yang sama, kedekatan antarsesama perempuan digambarkan sebagai ikatan yang lahir dari pengalaman dan trauma yang kerap dibagi, meski proses pemulihan tiap orang tetap berbeda.

Sinopsis: Bunga dan Bintang dalam satu percakapan

Film berdurasi 15 menit ini berkisah tentang Bunga, seorang penerjemah yang juga penyintas kekerasan seksual. Ia menerima tawaran pekerjaan yang justru mengorek luka lama dalam hidupnya. Pada waktu yang sama, Bunga bertemu dengan Bintang, seorang bintang film erotis yang juga merupakan penyintas kekerasan seksual.

Pertemuan keduanya membuka ruang dialog sebagai dua perempuan yang masih berada dalam masa pemulihan. Meski memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda, trauma yang mereka alami sama-sama memberi dampak pada kehidupan masing-masing.

Dampak trauma yang berbeda, luka yang sama-sama nyata

Trauma membuat Bunga digambarkan lebih tertutup dan mengalami kecemasan yang lebih kuat. Sementara itu, Bintang tampak seperti melawan traumanya, namun film menunjukkan bahwa luka itu belum sepenuhnya sembuh.

Secara implisit dan simbolik, film memperlihatkan bagaimana pengalaman kekerasan seksual membatasi Bunga untuk menikmati hal-hal yang umum dilakukan orang lain. Batasan itu juga memengaruhi kariernya, karena ada hal-hal tertentu yang secara langsung ditolak oleh tubuhnya.

Ruang aman yang sering tidak tersedia

Film ini turut menyinggung kondisi sekitar yang masih kerap menganggap trauma kekerasan seksual sebagai isu minor. Dalam situasi seperti itu, perempuan seperti Bunga digambarkan kesulitan mendapatkan ruang aman. Gangguan kesehatan mental pascakejadian pun tidak selalu dipandang penting, bahkan oleh sebagian orang dianggap sekadar tanda kelemahan.

Di titik inilah kehadiran Bintang menjadi ruang kecil yang berarti: kesempatan untuk menyuarakan apa yang terpendam, serta memperoleh pengertian dari seseorang yang memahami perjuangan menghadapi trauma.

Penyajian tanpa eksploitasi

Dibuat oleh perempuan, film ini tidak menampilkan gambaran eksplisit yang mengeksplorasi tubuh perempuan sebagai objek, juga tidak meromantisasi trauma maupun kesehatan mental. Alih-alih, film membangun rasa kehadiran dan dukungan melalui percakapan dan kedekatan antartokohnya.

Melalui kisah Bunga dan Bintang, film ini menjadi gambaran ruang aman yang diharapkan bagi penyintas dan siapa pun yang sedang berusaha pulih—sekaligus pengingat bahwa dukungan antarsesama perempuan kerap menjadi sandaran ketika sistem belum menghadirkan keadilan.

  • Judul film: Two Language and A Sausage
  • Sutradara/pembuat: Melarissa Sjarief
  • Durasi: 15 menit
  • Ditonton dalam acara: Mulih: Feel to Heal (Minggu, 29/8/2021)

Informasi lebih lanjut terkait pemutaran film disebutkan dapat diikuti melalui akun resmi @inteamates.id.