Vidio menayangkan My Stupid Boss: The Animated Series, adaptasi animasi dari film My Stupid Boss yang sempat tayang di bioskop pada 2016. Serial ini dijadwalkan rilis eksklusif di Vidio pada 14 Juni 2025 dengan total 13 episode, masing-masing berdurasi 26 menit.
Dalam versi animasi, cerita tetap bertumpu pada komedi situasi di lingkungan kantor, dengan sumber kekacauan datang dari tingkah Bossman. Serial ini disutradarai Daryl Wilson dan diproduksi Falcon Pictures.
Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari kembali mengisi suara karakter Bossman dan Kerani. Sejumlah aktor dari Malaysia juga terlibat sebagai pengisi suara, yakni Chew Kin Wah, Bront Palarae, Atikah Suhaime, dan Iskandar Zulkarnain.
Reza menyebut pengalamannya kembali memerankan Bossman tidak terlalu sulit karena karakter tersebut sudah pernah ia mainkan sebelumnya. “Karakter ini sudah pernah melekat, itu bank of memory-nya cukup besar. Jadi muscle memory saya juga langsung tuned in ketika harus menghadirkan kembali suaranya. Apalagi sebelumnya sudah 2 kali saya peranin jadi pas disini sudah lebih enak,” ujar Reza. Meski demikian, ia menilai tantangan utama animasi adalah menghidupkan karakter hanya lewat suara. “Biasanya saya bisa memainkan gestur, ekspresi wajah. Tapi di animasi, semuanya harus hadir lewat suara. Dan itu justru menyenangkan sekaligus menantang,” katanya. Bunga Citra Lestari juga menyambut kembalinya karakter Kerani.
Serial animasi ini menjadi bagian dari pengembangan dan hilirisasi kekayaan intelektual (IP) My Stupid Boss. IP tersebut berasal dari lima buku karya chaos@work yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Kisahnya bermula dari blog pribadi pada 2005, kemudian dibukukan menjadi novel pada 2013, diadaptasi ke layar lebar, dan kini dikemas dalam format serial animasi.
Menurut Daryl Wilson, proses produksi serial berlangsung sekitar dua tahun, mulai dari pengembangan konsep, penulisan naskah, hingga produksi animasi. Pengerjaannya melibatkan lebih dari 200 tim kreatif dan profesional. Ia menjelaskan, sejak pra-produksi tim menetapkan batasan jumlah lokasi karena produksi animasi 3D membutuhkan pembuatan aset digital lebih dulu untuk setiap lokasi yang digunakan dalam cerita.
Dalam prosesnya, naskah dan dialog awal ditulis dalam bahasa Indonesia, lalu diterjemahkan ke bahasa Melayu untuk karakter-karakter Malaysia. Rekaman suara dilakukan lebih dulu, kemudian animasi dibuat dengan menyesuaikan ekspresi dan gerak karakter terhadap intonasi serta emosi para pengisi suara.
Daryl menyebut pendekatan visual tetap mengacu pada karakter My Stupid Boss versi live action, namun animasi memberi ruang eksplorasi yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah visualisasi imajinatif saat Kerani membayangkan kekesalannya pada Bossman. “Komedi bisa lebih over the top dan satir sosial yang dulu hanya tersirat kini bisa jadi lebih eksplisit, tapi tetap lucu,” kata Daryl.
Dari sisi platform, Vidio menilai peluncuran serial ini sebagai strategi untuk menjangkau lintas generasi, mulai dari penggemar film live-action hingga penonton yang lebih akrab dengan animasi. Teguh Wicaksono, Chief of Marketing Officer Vidio, mengatakan kekuatan cerita terletak pada situasi yang dekat dengan keseharian. “Dunia kantor penuh dengan dinamika yang bisa mengundang tawa maupun stres. Serial ini hadir sebagai ruang untuk menertawakan dan merayakan pengalaman itu bersama,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Sementara itu, CEO Falcon Pictures HB Naveen menyebut transformasi My Stupid Boss ke format animasi sebagai langkah untuk memperpanjang umur cerita. “Ini bukan sekadar perubahan bentuk, tapi evolusi yang membuka potensi baru dalam menyampaikan humor khas Bossman. Bersama Vidio, kami ingin menunjukkan bahwa IP lokal bisa terus relevan dan berkembang di berbagai medium,” ungkapnya.

