BERITA TERKINI
Festival Musik Global Mengarah ke Asia, Thailand Disiapkan Jadi Hub Baru

Festival Musik Global Mengarah ke Asia, Thailand Disiapkan Jadi Hub Baru

Perubahan kondisi global mendorong festival musik internasional menyesuaikan strategi, dengan Asia menjadi fokus baru. Gangguan perjalanan akibat konflik global serta mahalnya biaya penerbangan membuat model lama yang mengandalkan mobilitas lintas benua mulai bergeser.

Dalam konteks ini, dua festival besar—Tomorrowland dan Electric Daisy Carnival (EDC)—memperluas ekspansi regional dengan menggelar edisi di Thailand pada Desember mendatang. Tomorrowland dijadwalkan berlangsung di Pattaya, sementara EDC akan digelar di Phuket.

Langkah tersebut sekaligus menandai debut Tomorrowland di Asia. Penyelenggara menargetkan hingga 50.000 pengunjung per hari, menandakan ambisi untuk menjadikan kawasan ini sebagai basis pertumbuhan baru.

Pemerintah Thailand juga menyatakan dukungan serius melalui alokasi anggaran hingga 2 miliar baht untuk kerja sama multi-tahun sampai 2031. Dampak ekonominya diproyeksikan luas, dengan potensi nilai mencapai 12 miliar baht yang berasal dari sektor pariwisata, penerbangan, dan layanan lokal.

Secara geografis, Thailand dinilai strategis karena dekat dengan pasar Asia Pasifik. Negara ini juga telah lama dikenal dengan kultur pesta dan kehidupan malam, yang memperkuat posisinya sebagai kandidat hub festival regional.

Pergeseran strategi ini ikut tercermin pada perubahan profil audiens. Penurunan pengunjung dari China akibat gangguan perjalanan disebut diimbangi oleh peningkatan kedatangan dari Australia dan India. Untuk EDC Thailand di Phuket, target pengunjung bahkan disebut naik lebih dari 40% dibanding tahun sebelumnya, dengan dominasi pengunjung dari kawasan Asia.

Di tengah kenaikan biaya operasional, penyelenggara memilih menahan harga tiket. Strategi tersebut diarahkan untuk membangun fondasi jangka panjang di Asia, meski berpotensi mengurangi margin pada tahap awal.

Dengan ketidakpastian global yang masih berlangsung, pergerakan festival musik kini tidak hanya dibaca sebagai tren hiburan, tetapi juga sebagai cerminan dinamika ekonomi, geopolitik, dan perubahan perilaku audiens di berbagai wilayah.