BERITA TERKINI
Festival Gunung Slamet 2025 Resmi Dibuka di Purbalingga, Ada Ritual Tuk Sikopyah hingga Perang Tomat

Festival Gunung Slamet 2025 Resmi Dibuka di Purbalingga, Ada Ritual Tuk Sikopyah hingga Perang Tomat

Festival Gunung Slamet (FGS) 2025 di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, resmi dibuka. Agenda tahunan ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (4–6/7/2025), dengan rangkaian acara yang memadukan kegiatan keagamaan, tradisi adat, hingga hiburan.

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengatakan FGS tahun ini merupakan penyelenggaraan kedelapan. Ia menyebut setiap tahun festival tersebut menghadirkan bintang tamu artis nasional yang berbeda. Tahun ini, FGS mengusung tema The Royal Journey dan masuk dalam Karisma Event Nasional (KEN).

Dimas berharap festival ini memberi dampak bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan perekonomian pelaku UMKM, termasuk petani stroberi dan kopi. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam.

Kepala Desa Serang Sugito menjelaskan, rangkaian kegiatan pada hari pertama mencakup kirab budaya dan pengajian Munajat Serang pada malam hari. Ia menegaskan seluruh rangkaian acara dapat diikuti tanpa tiket masuk.

Pada hari kedua, akan digelar ritual adat pengambilan air di Tuk Sikopyah. Kegiatan ini melibatkan 148 warga yang mengenakan busana adat Jawa dan membawa bambu lodong sebagai wadah air. Prosesi dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer dari Tuk Sikopyah menuju lokasi acara. Masih pada hari yang sama, juga direncanakan pemecahan rekor MURI makan bersama nasi 3G khas setempat sebanyak 8.888 porsi.

Malam harinya, digelar Festival Kabut Cinta yang diisi konser musik dengan penampilan Ghea Indrawari. Sugito menyebut ada pula musisi lain, termasuk Danar Widianto dan Dionisius Agung.

Memasuki hari ketiga, FGS 2025 akan ditutup dengan agenda Perang Tomat. Kegiatan ini disebut sebagai wujud rasa syukur para petani tomat atas panen raya yang melimpah selama setahun. Panitia menyiapkan 1 ton tomat hasil bumi setempat yang akan diperebutkan secara gratis dan terbuka untuk siapa saja.

Sugito menargetkan jumlah pengunjung selama tiga hari pelaksanaan FGS 2025 mencapai 50 ribu orang. Target tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang disebut dikunjungi sekitar 43 ribu orang.