BERITA TERKINI
Enam Festival Musik di Indonesia yang Menawarkan Pengalaman Skala Besar

Enam Festival Musik di Indonesia yang Menawarkan Pengalaman Skala Besar

Indonesia memiliki sejumlah festival musik yang menawarkan pengalaman menonton berskala besar, dengan karakter dan segmen penonton yang beragam. Dari festival musik keras, pesta EDM, hingga perhelatan jazz dan festival lintas genre, berikut enam nama yang kerap disebut bergengsi dan menjadi magnet penonton.

1. Hammersonic Festival
Hammersonic Festival dikenal sebagai ajang bagi pencinta musik keras. Mayoritas pengisi acaranya datang dari ranah rock, metal, pop punk, dan genre sejenis. Festival ini juga lekat dengan atmosfer penonton yang identik dengan kaus hitam, sepatu boots, serta energi tinggi. Salah satu hal yang membuat Hammersonic menonjol adalah lineup yang didominasi band internasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, festival yang digagas Ravel Entertainment tersebut menghadirkan My Chemical Romance, The Red Jumpsuit Apparatus, Obscura, hingga Dashboard Confessional. Rangkaian acaranya juga disebut pernah menghadirkan band besar seperti Foo Fighters untuk konser solo di Jakarta.

2. Djakarta Warehouse Project (DWP)
Berbeda dari Hammersonic, Djakarta Warehouse Project (DWP) menawarkan pengalaman festival EDM dengan permainan lampu, dentuman bass, dan euforia dansa. DWP kerap disebut sebagai ikon festival EDM terbesar di Asia, yang membuat penontonnya tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara.

Pada 2025, DWP kembali menghadirkan sejumlah DJ dan penyanyi ternama seperti Calvin Harris, Skrillex, dan Cyril, serta DJ Indonesia seperti Dipha Barus dan Whisnu Santika.

3. We The Fest (WTF)
We The Fest sering dianggap paling dekat dengan format festival musik yang juga menonjolkan unsur gaya hidup. Selain konser, festival ini menampilkan elemen fashion dan seni, termasuk instalasi dan area foto. We The Fest sempat tidak digelar pada 2025 dan dijadwalkan kembali pada 2026.

Dalam edisi 2024, We The Fest menghadirkan sejumlah headliner seperti Joji, Bibi, Alec Benjamin, Peggy Gou, hingga Turnstile.

4. Java Jazz Festival
Di ranah jazz, Indonesia memiliki Java Jazz Festival yang disebut sebagai salah satu festival jazz terbesar di Asia. Festival ini telah digelar sejak 2005 dan setiap tahun menggandeng musisi jazz ternama.

Untuk gelaran 2026 yang direncanakan berlangsung pada Mei, Java Jazz disebut akan menghadirkan musisi pemenang Grammy, Jon Batiste, untuk special show. Nama lain yang juga tercantum antara lain Incognito, Ella Mai, wave to earth, hingga Daniel Caesar.

5. LaLaLa Fest
LaLaLa Fest dikenal dengan konsep konser bernuansa alam terbuka. Festival ini menghadirkan puluhan musisi lokal dan internasional lintas genre dalam setiap penyelenggaraannya.

Tahun ini, LaLaLa Fest dijadwalkan berlangsung pada Agustus dengan headliner seperti The Flaming Lips, Steve Lacy, Two Door Cinema Club, hingga Kodaline.

6. Pestapora
Pestapora kerap disebut sebagai “Coachella”-nya Indonesia. Meski tidak mengandalkan musisi internasional, festival ini rutin menghadirkan ratusan penampil di berbagai panggung dengan skala, atmosfer, dan karakter berbeda. Pestapora juga menonjol karena melibatkan musisi lokal dari berbagai lapisan, mulai dari nama besar dan legendaris, musisi yang sedang viral atau naik daun, hingga pelaku skena indie.

Salah satu ciri yang disebut khas adalah konsep kolaborasi unik. Contohnya, Sheila On 7 pernah disebut hanya membawakan lagu-lagu B-sides, serta kolaborasi lintas genre dan generasi seperti Rhoma Irama x Maliq and D'Essentials di Pestapora 2025. Antusiasme penonton juga tinggi, dengan tiket yang kerap cepat habis dan sebagian penonton disebut membeli tiket sejak setahun sebelumnya.

Deretan festival tersebut menunjukkan bahwa penonton di Indonesia memiliki banyak pilihan untuk merasakan atmosfer festival musik besar tanpa harus pergi ke luar negeri.