BERITA TERKINI
Enam Band Keluarga dengan Konflik Internal yang Paling Menyita Perhatian

Enam Band Keluarga dengan Konflik Internal yang Paling Menyita Perhatian

Band keluarga kerap dipandang memiliki ikatan yang lebih kuat karena dibangun oleh hubungan darah. Namun, kedekatan itu juga bisa menjadi sumber ketegangan yang lebih emosional dibanding dinamika band pada umumnya. Sejumlah grup musik besar tercatat mengalami konflik internal yang panjang—mulai dari perseteruan kreatif, masalah kontrol, hingga pertengkaran yang terjadi di ruang publik.

Berikut enam band keluarga yang dikenal memiliki konflik paling panas dan berlarut-larut, meski karya mereka tetap meninggalkan jejak penting dalam sejarah musik.

1. The Kinks
The Kinks dikenang sebagai salah satu band rock Inggris paling berpengaruh, tetapi relasi dua bersaudara Ray Davies dan Dave Davies kerap menjadi sorotan tersendiri. Keduanya dikenal memiliki chemistry kuat saat bermusik, namun sama-sama keras kepala dan sulit mengalah.

Konflik mereka disebut berlangsung sejak era 1960-an, muncul baik di belakang layar maupun di depan publik. Perseteruan itu seperti tak pernah benar-benar selesai: sempat bubar, reuni, lalu kembali berseteru. Dalam sejumlah wawancara, keduanya juga saling melontarkan sindiran secara terbuka. Meski diwarnai ketegangan, hubungan tersebut turut melahirkan lagu-lagu klasik yang membuat The Kinks tetap dikenang.

2. The Everly Brothers
Don Everly dan Phil Everly dikenal lewat harmonisasi vokal yang memengaruhi banyak musisi besar, termasuk The Beatles. Namun, di balik citra musikal yang lembut, hubungan pribadi keduanya diwarnai ketegangan panjang terkait uang, ego, dan kontrol kreatif.

Puncak konflik terjadi pada konser tahun 1973 ketika Phil menghancurkan gitarnya di atas panggung dan meninggalkan Don menyelesaikan pertunjukan sendirian. Setelah kejadian itu, keduanya dikabarkan tidak berbicara selama bertahun-tahun. Meski sempat reuni pada era 1980-an, kisah mereka tetap menjadi salah satu perseteruan saudara paling terkenal dalam sejarah musik.

3. The Andrews Sisters
Pada era swing, The Andrews Sisters—LaVerne, Maxene, dan Patty Andrews—dikenal sebagai grup vokal keluarga yang energik dan menjadi ikon musik populer Amerika. Namun, di balik penampilan kompak mereka, tersimpan konflik yang sempat meretakkan hubungan bertahun-tahun.

Masalah bermula ketika Patty Andrews ingin bersolo karier dan mengumumkannya ke media sebelum berbicara dengan dua kakaknya. Situasi memburuk setelah muncul perselisihan terkait warisan keluarga. Para penggemar yang terbiasa melihat mereka tampil ceria pun dikejutkan oleh kabar pertengkaran yang berlangsung lama. Seiring waktu, hubungan mereka disebut perlahan membaik hingga kembali tampil bersama.

4. The Cowsills
The Cowsills kerap dianggap sebagai inspirasi bagi serial keluarga musikal, tetapi kehidupan mereka disebut jauh lebih kelam dibanding gambaran di televisi. Band ini dikelola oleh ayah mereka, Bud Cowsill, yang dikenal sangat keras dan disebut melakukan kekerasan fisik maupun emosional terhadap anak-anaknya.

Tekanan tersebut membuat hubungan keluarga menjadi tidak sehat. Ketika popularitas band menurun pada awal 1970-an, konflik lama semakin terbuka. Beberapa anggota keluarga kemudian berbicara mengenai trauma yang mereka alami selama bertahun-tahun berada di bawah kendali sang ayah. Meski sebagian saudara mencoba berdamai dan melakukan reuni, luka emosional dari masa lalu disebut tetap membekas.

5. The Jackson 5
The Jackson 5 merupakan salah satu grup keluarga tersukses dalam sejarah musik, dengan Michael Jackson yang kemudian menjadi superstar global. Namun, kesuksesan itu juga diiringi tekanan dan persaingan di dalam keluarga.

Ayah mereka, Joe Jackson, dikenal sangat keras dalam mendidik anak-anaknya demi mencapai standar tinggi. Saat Michael melejit pada era 1980-an, hubungan dengan saudara-saudaranya disebut makin renggang karena sebagian merasa hidup di bawah bayang-bayang popularitasnya. Situasi semakin canggung ketika Jermaine Jackson merilis lagu diss berjudul “Word to the Badd!!” yang secara terang-terangan menyindir Michael. Konflik keluarga Jackson pun menjadi salah satu drama yang paling dikenal di industri musik.

6. The Beach Boys
The Beach Boys identik dengan lagu-lagu tentang pantai dan musim panas California. Namun, hubungan internal band ini justru diwarnai tekanan dan konflik panjang. Ayah mereka, Murry Wilson, kerap dianggap sebagai sumber masalah karena gaya kepemimpinan yang keras dan manipulatif.

Ketegangan tersebut berujung pada pemecatan Murry sebagai manajer pada tahun 1964. Setelah itu, perbedaan visi musik memicu konflik baru: Brian Wilson ingin mengeksplorasi musik yang lebih eksperimental dan artistik, sementara Mike Love lebih memilih arah pop yang dinilai aman secara komersial. Perselisihan terkait hak cipta, tur, dan arah musik disebut berlangsung selama puluhan tahun, bahkan kerap dianggap sebagai salah satu konflik paling melelahkan dalam sejarah rock klasik.

Kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa band keluarga tidak selalu identik dengan kekompakan. Justru karena melibatkan hubungan darah, konflik yang muncul bisa terasa lebih personal dan sulit diselesaikan. Meski demikian, dari dinamika yang penuh gesekan itu pula lahir sejumlah karya yang tetap bertahan dan didengar lintas generasi.