Setelah lebih dari satu dekade meniti karier sebagai penyanyi solo, Duong Tran Nghia mengambil langkah yang mengejutkan publik dengan bergabung sebagai anggota Picker Band. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan musiknya, dari tampil sendiri menjadi bagian dari sebuah grup.
Duong Tran Nghia menyebut bergabung dengan Picker Band sebagai pilihan yang lahir dari pemahaman terhadap diri sendiri dan arah yang ingin ditempuh. Ia menilai bekerja dalam format band memberinya ruang untuk menemukan harmoni bersama orang-orang yang memiliki perspektif kreatif dan semangat musik serupa.
Picker Band beranggotakan enam orang, dipimpin sekaligus didirikan oleh drummer Hung Cuong. Dengan pengalaman panjang di musik rock, Hung Cuong memposisikan Picker Band sebagai “band otentik” yang menekankan nilai-nilai inti bermusik, bukan semata mengejar penampilan atau hiburan.
Dalam formasi ini, Duong Tran Nghia mengisi peran sebagai vokalis utama dan kerap dipandang sebagai “pendongeng” grup. Ia dikenal dengan karakter vokal serak yang pernah menarik perhatian dalam ajang The Voice 2012. Duong Tran Nghia menekuni gaya indie dengan komposisi yang reflektif, sederhana, dan sarat emosi. Sebelum menekuni karier artistik secara profesional, ia memiliki latar belakang bekerja di kepolisian.
Anggota lain turut membentuk warna musikal Picker Band, yakni Hoang Anh Minh (keyboard), Hoa At (gitar utama), Huu Hoang (gitar kedua, vokal), dan An Thien (bass). Kolaborasi mereka disebut menghadirkan keseimbangan antara teknik dan emosi, dengan perpaduan pengalaman para personel veteran serta energi dan rasa petualangan dari anggota yang lebih muda.
Picker Band baru-baru ini memperkenalkan debut mereka melalui video musik “Lost Map”, yang menjadi lagu utama dari EP berisi tiga lagu dengan judul yang sama. Karya tersebut dipandang sebagai langkah awal band yang mengejar genre Rock dan Soft Rock, dengan fokus pada eksplorasi kedalaman batin serta pengalaman hidup.
EP “Lost Map” disusun secara konseptual, terdiri dari tiga lagu yang saling terhubung dan membentuk perjalanan emosional—mulai dari perasaan tersesat dan berhadapan dengan luka batin, hingga mencapai penerimaan dan keberanian untuk melangkah maju. Lagu “Lost Map” digambarkan lugas dan energik, namun tetap menyisakan ruang refleksi yang tenang, yang menjadi bagian dari gaya khas grup ini.